POJOKSATU.id - Siapa yang tidak kenal Fadi Zon? Meski disebut wajah baru menteri, namun ia tokoh yang sudah lama dikenal masyarakat.
Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, menjadi salah satu nama yang akan mengisi posisi menteri dalam kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Sinyal kuat menyebutkan bahwa Fadli berpotensi menjadi Menteri Kebudayaan, menyusul rencana pemisahan Kementerian Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan.
Fadli Zon lahir pada 1 Juni 1971 di Jakarta sebagai putra pertama dari pasangan Zon Harjo dan Ellyda Yatim, yang berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat.
Meskipun lahir di Jakarta, ia menghabiskan masa kecilnya di Cisarua, Bogor, dan menyelesaikan pendidikan dasar hingga SMP di sana, sebelum melanjutkan SMA di Jakarta.
Ia mendapatkan beasiswa American Field Service (AFS) dan melanjutkan pendidikan di Harlandale High School, San Antonio, Texas, Amerika Serikat.
Sekembalinya ke Indonesia, Fadli mengambil program studi Sastra Rusia di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI), yang kini dikenal sebagai Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.
Selama masa kuliah, Fadli aktif dalam organisasi dan meraih gelar Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I tingkat UI dan Mawapres III tingkat nasional pada 1994.
Fadli terus melanjutkan pendidikannya dengan menempuh program S2 di London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris, dalam bidang Development Studies pada 2003. Ia juga meraih gelar doktor di bidang sejarah dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI pada 2016.
Karier Politik dan Bisnis
Fadli memulai karier politiknya sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari golongan pemuda pada 1997-1999. Pada era Reformasi, ia turut mendirikan Partai Bulan Bintang (PBB) bersama Yusril Ihza Mahendra.
Namun, karier politiknya semakin bersinar setelah bergabung dengan Partai Gerindra yang didirikan oleh Prabowo Subianto pada 2008, di mana ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.
Dalam dunia politik, Fadli memiliki pengalaman panjang, termasuk sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019. Ia juga berperan penting dalam komunikasi politik antarpartai, terutama selama pemilu 2014, ketika Gerindra berhasil menempati posisi tiga besar.
Selain politik, Fadli juga terlibat di dunia bisnis. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Nusantara Energy Resources, Direktur Umum Golden Spike, Direktur PT Padi Nusantara, dan Direktur Pengembangan Usaha PT Tidar Kerinci Agung.
Di bidang intelektual, ia mendirikan Institute for Policy Studies (IPS) pada 1997 dan terlibat aktif sebagai aktivis dan jurnalis.
Kontribusi di Bidang Kebudayaan
Ketertarikan Fadli pada kebudayaan tidak hanya sebatas politik. Ia memiliki kecintaan mendalam terhadap warisan budaya, yang ia ekspresikan melalui berbagai karya, termasuk buku, musik, dan film.
Baca Juga: Ada 20 Wajah Baru Menteri Prabowo, Semua Menyatakan Sanggup, Apa Saja Posisi Mereka?
Fadli dikenal sebagai kolektor wayang Nusantara dan pernah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kolektor wayang terbanyak dan terlengkap.
Ia juga terpiih sebagai Ketua Umum Sekretariat Nasional Keris Indonesia (SNKI) dalam Kongres SNKI ke-2 yang berlangsung di Gedung Sungging Prabangkara, Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta pada 2016.
Pada 2018, Fadli juga menerima Penghargaan Budaya dari Puri Agung Singaraja, Buleleng, Bali.
Baca Juga: Wajah Baru Menteri, Sosok Widiyanti Putri Wardhana, Calon Menteri Ekonomi Kreatif Kabinet Prabowo
Sebagai lulusan Sastra Rusia, ia memiliki wawasan luas dalam bidang kebudayaan, menjadikannya kandidat yang potensial untuk mengelola urusan budaya di pemerintahan Prabowo. ***
#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.




