POJOKSATU.id - Video yang memperlihatkan aksi tidak terpuji sejumlah pelajar di Purwakarta viral di media sosial dan memicu reaksi keras publik.

Dalam rekaman tersebut, tampak oknum pelajar mengacungkan jari tengah kepada seorang guru, tindakan yang dinilai mencoreng dunia pendidikan.

Kasus ini langsung mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengaku prihatin setelah menerima laporan lengkap dari Dinas Pendidikan.

Baca Juga: Miris! Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Hanya Rp300 Ribu, Bupati OKI Minta Perhatian Pusat

“Ya saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan,” ujar Dedi, dikutip Pojoksatu.id dari Instagram Resminya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah memanggil orang tua pelajar yang bersangkutan.

Dalam pertemuan tersebut, orang tua disebut sangat menyesali perbuatan anaknya.

Baca Juga: Data Dapodik Tidak Sinkron Bisa Bikin Tunjangan Hilang Sementara, Ini Cara Aman Update Data agar Hak Guru Tetap Cair

“Orang tuanya nangis merasa menyesal atas tindakan anaknya,” kata Dedi menambahkan.

Sebagai langkah awal sekolah telah memberikan sanksi berupa skorsing selama 19 hari dengan pembinaan di rumah.

Namun Dedi Mulyadi menilai pendekatan tersebut perlu ditinjau kembali.

Ia secara langsung mengusulkan agar hukuman yang diberikan lebih bersifat mendidik.

Baca Juga: Data Dapodik Tidak Sinkron Bisa Bikin Tunjangan Hilang Sementara, Ini Cara Aman Update Data agar Hak Guru Tetap Cair

“Anak itu tidak scoring selama sembilan belas hari, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet,” tegasnya.

Tak hanya itu, Dedi juga menekankan prinsip penting dalam pemberian sanksi kepada pelajar.

“Prinsip dasar adalah setiap hukuman yang diberikan harus hukuman yang memberikan manfaat bagi pembentukan karakter,” ujarnya.

Secara tidak langsung, ia menilai bahwa hukuman berbasis aktivitas positif akan lebih efektif dalam membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab siswa dibanding sekadar skorsing.

Baca Juga: Miris! Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Hanya Rp300 Ribu, Bupati OKI Minta Perhatian Pusat

Hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak pelajar maupun sekolah terkait video yang beredar.

Meski demikian pernyataan tegas dari gubernur menjadi perhatian bahwa pembinaan karakter tetap menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan.***