POJOKSATU.ID - Kericuhan terjadi di Kantor Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Setelah puluhan warga mendatangi kantor desa untuk menagih janji kampanye terkait pembangunan jalan yang hingga kini belum direalisasikan.

Suasana memanas setelah warga meminta penjelasan langsung dari pihak desa mengenai proyek yang tak kunjung dikerjakan, terlebih menjelang musim penghujan yang rawan banjir.

Baca Juga: Viral! Bupati Aceh Selatan Minta Maaf Pulang Umroh, Netizen Sebut Udah Terlambat, Solusinya Cuma Mundur!

Ketegangan semakin memuncak ketika video perdebatan antara warga dan perangkat desa viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut tampak seorang perangkat desa yang juga anak Kepala Desa Sukatani, bernama Isep Priatama atau Okek, meninggikan suara kepada warga.

Ia terlihat merokok di ruangan pertemuan dan tiba-tiba menggebrak meja, memicu reaksi keras dari warga yang merasa tidak dihargai oleh aparat desa. Dilansir dari official_bukamata

Baca Juga: Bukan Hoaks! Pemprov Jatim Resmi Perpanjang Kontrak PPPK Sampai Batas Usia Pensiun, Ini Aturan Barunya

Momen itu langsung menuai kecaman publik. Banyak warganet menilai sikap Okek tidak pantas dilakukan oleh seorang perangkat desa yang seharusnya memberi contoh dan menampung aspirasi masyarakat.

Gestur emosional dan nada tinggi yang ditunjukkan dalam video itu membuat suasana semakin panas dan hampir memicu keributan lebih besar.

Meski demikian, Okek kemudian memberi klarifikasi bahwa situasi telah kembali kondusif setelah pertemuan tersebut.

Baca Juga: Unhan Buka Pendaftaran 2026! Kuliah Gratis dan Peluang Jadi Letnan Dua

Ia menyebut dirinya telah menemui warga satu per satu seusai acara untuk memberikan penjelasan dan meminta agar masalah tidak berkembang menjadi polemik baru.

Menurutnya, ketegangan yang terjadi hanyalah bentuk luapan emosi sesaat dari kedua belah pihak.

Sementara itu, warga menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan untuk memicu keributan, melainkan meminta kejelasan mengapa proyek pembangunan jalan yang dijanjikan saat kampanye belum juga dimulai.

Baca Juga: Mitigasi Banjir di Musim Hujan: Langkah Praktis Agar Warga Tetap Aman

Mereka khawatir akses jalan yang rusak akan memperparah risiko banjir dan menyulitkan aktivitas warga di musim penghujan.

Hingga artikel ini diterbitkan, Kepala Desa Sukatani, Sulaemansyah, belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Publik masih menunggu penjelasan lengkap mengenai status pembangunan jalan yang kini menjadi sorotan warga, termasuk alasan mandeknya proyek tersebut.

Warga berharap pemerintah desa segera memberikan kepastian agar ketegangan tidak kembali muncul.

Baca Juga: Anggaran Bencana Sumut Dipangkas 88% di Era Bobby Nasution, Respons Banjir Dinilai Lambat!

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa komunikasi antara pemerintah desa dan warga harus dibangun secara terbuka dan profesional.

Sikap emosional aparat desa hanya akan memperburuk situasi, terutama saat warga sedang menuntut hak mereka terkait pembangunan fasilitas umum yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.***