POJOKSATU.id - Sebuah langkah mengejutkan sekaligus inspiratif terjadi di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Seorang perempuan yang telah lama tinggal di Amerika Serikat, Wendy Ratnasari, rela menyerahkan sekitar 80 hektar lahan miliknya untuk dihijaukan.
Lahan luas tersebut rencananya akan diubah menjadi kawasan hijau berbasis perkebunan kopi dan tanaman tegakan, sekaligus menjadi pusat ekonomi baru bagi warga sekitar.
Baca Juga: SPPG Ditutup pada Maret 2026, Total 1.512 Dihentikan di Pulau Jawa, Ini Alasan dan Rinciannya
Program penghijauan ini digagas bersama Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang ingin mengubah pola pemanfaatan lahan agar lebih ramah lingkungan sekaligus tetap memberi penghasilan bagi masyarakat.
Dalam perbincangan santai yang terekam di sebuah video, disebutkan bahwa selama ini lahan tersebut digunakan warga untuk menanam sayuran.
Namun aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengancam keseimbangan ekologi di kawasan perbukitan Cimenyan.
Baca Juga: SPPG Ditutup pada Maret 2026, Total 1.512 Dihentikan di Pulau Jawa, Ini Alasan dan Rinciannya
“Nah, tanah ini selama ini digarap oleh siapa? Oleh warga. Ditanamin apa? Sayuran. Nah ini mengancam ekologi sehingga kita bersepakat merubah jenis tanaman dari sayuran menjadi kebun kopi,” ujar KDM dikutip Pojoksatu.id dari YT Lembur Pakuan.
Menariknya, perubahan ini tidak akan membuat para penggarap kehilangan penghasilan. Mereka justru akan tetap mendapat dukungan ekonomi.
KDM menjelaskan bahwa para petani nantinya akan tetap mendapatkan pendapatan dari pengelolaan kebun kopi tersebut.
Baca Juga: SPPG Ditutup pada Maret 2026, Total 1.512 Dihentikan di Pulau Jawa, Ini Alasan dan Rinciannya
Sementara itu, Wendy Ratnasari mengaku memiliki mimpi agar kawasan tersebut tidak hanya menjadi perkebunan, tetapi juga bisa menggerakkan ekonomi warga.
“Saya penginnya menggerakkan ekonominya mereka supaya mereka juga bisa mandiri,” ujarnya.
Ia juga berharap hasil kopi dari kawasan tersebut dapat dikelola hingga tahap hilirisasi agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
“Kalau bisa hasilnya nanti dikelola sampai hilirisasi, jadi kopi sampai jadi kafe,” katanya.
Tak hanya sekadar kebun, kawasan 80 hektar tersebut bahkan dirancang menjadi area terpadu yang memadukan fungsi ekologi, pendidikan, kesehatan, dan wisata.
“Yang 80 hektar itu nanti didesain saja. Jadi kebun itu bukan hanya perkebunan, tapi juga pariwisata, kesehatan, dan edukasi,” jelas KDM.
Baca Juga: SPPG Ditutup pada Maret 2026, Total 1.512 Dihentikan di Pulau Jawa, Ini Alasan dan Rinciannya
Rencana besar ini pun langsung menyita perhatian publik. Banyak yang menilai langkah penghijauan tersebut bisa menjadi contoh pengelolaan lahan berkelanjutan di wilayah Bandung.
Jika berhasil, kawasan Cimenyan tersebut berpotensi berubah menjadi hutan kopi hijau sekaligus destinasi wisata alam baru di Jawa Barat.***


