POJOKSATU.ID - Sebuah video ramalan yang memperlihatkan seorang pria asal Kanada mendadak viral di media sosial dan memicu keresahan publik.
Dalam cuplikan video yang dibagikan ulang oleh akun @ma_novin tersebut, pria itu memprediksi akan terjadi gempa bumi berskala besar di Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa guncangan dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,0 hingga 9,0 berpotensi melanda wilayah Tanah Air sebelum akhir tahun 2026.
Narasi dramatis yang disampaikan dalam rekaman tersebut seketika menyebar luas dan menyita perhatian ribuan pengguna internet.
Baca Juga: Terekam Satelit Luar Negeri, Begini Mengerikannya Sebaran Awan Vulkanik Krakatau dari Luar Angkasa!
Pemilik akun yang mengunggah video itu bahkan mengaku ikut merasa takut dan cemas setelah menyaksikan ramalan tersebut.
Unggahan ini langsung disbuang beragam reaksi dari warganet yang memadati kolom komentar dengan kekhawatiran serupa.
Sebagian masyarakat merasa resah karena isu gempa megathrust memang sedang hangat diperbincangkan di tengah peningkatan aktivitas vulkanik.
Kendati demikian, banyak pihak mengingatkan publik agar tidak mudah panik dan tidak menelan mentah-mentah ramalan yang tidak berdasar secara ilmiah.
Baca Juga: Lampung Diguyur Hujan Abu Vulkanik Krakatau, Mobil Terparkir Sampai Tertutup Debu Tebal!
Hingga saat ini, sains dan teknologi seismologi modern belum mampu memprediksi waktu serta lokasi pasti terjadinya gempa bumi secara akurat.
Para ahli geologi serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berulang kali menegaskan bahwa ramalan gempa tidak dapat dijadikan acuan keselamatan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta lebih fokus pada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana secara mandiri.
Penyebaran konten-konten spekulatif yang berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat sebaiknya ditanggapi dengan bijak dan kritis.
Publik disarankan untuk hanya memercayai informasi serta peringatan dini resmi yang dikeluarkan oleh BMKG maupun lembaga pemerintah terkait.
Fenomena viralnya ramalan ini menjadi pengingat pentingnya edukasi literasi kebencanaan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Sinergi antara pemahaman ilmiah dan kesiapsiagaan dinilai jauh lebih efektif ketimbang termakan isu ketakutan tanpa dasar yang jelas.***




