POJOKSATU.ID - Di tengah kondisi darurat akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, sebuah potret humanis datang dari para prajurit TNI yang tengah menjalankan misi kemanusiaan.
Mereka terlihat menikmati mi instan seadanya beralas kardus, tanpa kursi, tanpa kenyamanan sebelum kembali terjun mengevakuasi warga yang terjebak bencana.
Momen tersebut menjadi gambaran nyata betapa beratnya tugas mereka di lapangan. Dilansir dari Instagram @pembasmi kehaluan.reall
Baca Juga: Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Pemilik Terra Drone Perusahaan Jepang Terbakar di Cempaka Baru
Sejak banjir besar melanda berbagai daerah di Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, prajurit TNI diterjunkan ke titik-titik terdampak.
Tugas mereka bukan hanya mengevakuasi, tetapi juga membuka akses jalan, mengangkut logistik, hingga memastikan warga lansia, anak-anak, dan perempuan berada dalam kondisi aman.
Salah satu anggota tim SAR gabungan mengatakan bahwa waktu istirahat hanyalah hitungan menit.
Baca Juga: PBNU Pecah! Kubu Gus Yahya Sebut Rapat Pleno Hotel Sultan Ilegal, Tak Punya Hak
Begitu mendapat jeda di sela evakuasi, mereka duduk di tanah basah atau kardus yang disiapkan sekadarnya.
Mi instan menjadi pilihan praktis karena mudah dibuat dan cepat untuk mengembalikan tenaga.
Tak sedikit dari mereka harus beroperasi nyaris tanpa tidur. Suara hujan, teriakan warga, dan arus sungai yang makin deras menjadi latar belakang kerja tanpa henti.
Kondisi di lapangan pun tidak selalu aman. Tanah yang masih labil, pepohonan tumbang, dan arus banjir yang tiba-tiba meningkat membuat mereka harus terus waspada.
Di beberapa lokasi, prajurit TNI harus menembus lumpur setinggi lutut hanya untuk memastikan ada atau tidaknya warga yang terjebak di rumah.
Mereka juga mengevakuasi balita dengan perahu karet, menggendong lansia melewati arus, hingga membantu menyalurkan makanan ke titik pengungsian yang terisolasi.
Baca Juga: TNI dan Warga Bangun Jembatan Gantung Besi Penghubung Karawang–Bogor
Meski dihantam rasa lelah, prajurit TNI tak pernah mengeluh. Menurut mereka, menyelamatkan warga jauh lebih penting dibanding kenyamanan pribadi.
“Mi instan pun jadi, yang penting tenaga pulih dan kami bisa lanjut bantu masyarakat,” begitu ungkap salah satu prajurit di lokasi.
Potret sederhana itu kemudian viral di media sosial dan menuai apresiasi publik.
Banyak warganet mengaku terharu melihat dedikasi para prajurit yang tetap bekerja maksimal meski fasilitas terbatas.
Beberapa bahkan menyebut mereka sebagai “tameng terakhir” bagi masyarakat saat bencana melanda.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai bahwa potret seperti ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap dukungan logistik dan kelengkapan tim SAR gabungan.
Di saat bencana makin sering terjadi akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, kesiapan personel di lapangan harus menjadi prioritas.
Baca Juga: GPM Tekan Harga Pangan Hingga Rp4 Ribu per Kg, Pasokan Beras di Karawang Aman
Walau begitu, misi kemanusiaan terus berjalan tanpa jeda.
Prajurit TNI berulang kali menegaskan bahwa sekecil apa pun bantuan mereka, nyawa warga tetap menjadi prioritas tertinggi.
Istirahat singkat hanyalah transisi sebelum kembali berjibaku melawan banjir, longsor, dan waktu yang terus mengejar.***




