POJOKSATU.id, MANAJEMEN Taman Safari Indonesia (TSI) menyesalkan kejadian viral pengunjung mengendarai mobil dengan sengaja melempar plastik ke dalam mulut kuda nil.
Lewat akun Instagram @tamansafari.id's, Sabtu, 22 Juni 2024, Taman Safari Indonesia merilis pernyataan resmi terkait kejadian pengunjung melemparkan plastik ke mulut kuda nil.
"Dengan ini, kami menyampaikan bahwa kejadian terkait video yang sedang beredar, pengunjung memberikan benda asing ke dalam mulut kuda nil, kami prihatin dan kejadian ini tidak dapat ditolerir," jelas manajemen Taman Safari.
Baca Juga: Loker di PT Pos Indonesia, Bergabung Jadi O-Ranger, Isi Data Pelamar di Link Ini
Dijelaskan petugas Taman Safari yang berada di lokasi secara proaktif langsung mengeluarkan benda plastik tersebut dari mulut kuda nil sesuai tata cara dan prosedur yang ada di Taman Safari Indonesia.
"Tim life and sciences dari Taman Safari Bogor beserta dengan tim perawat satwa melakukan pengecekan kondisi kuda nil dan kondisi kuda nil dalam keadaan baik," sambung TSI.
Taman Safari Indonesia Group menegaskan mempunyai komitmen untuk menjaga, merawat dan mengembangkan satwa liar di Lembaga Konservasi ex-situ.
"Sehingga tidak akan menolerir kejadian atau hal-hal yang tidak sesuai SOP," tegas TSI.
Satwa yang ada di Taman Safari Indonesia termasuk Satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang Perlindungan Satwa, Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.
"Undang-Undang ini memiliki implikasi hukum jika tidak ditaati oleh pengunjung," imbau TSI.
Baca Juga: Kecelakaan di Mundu Cirebon, 2 Siswa SMA Tewas di Tempat Tertabrak Kereta Api Tujuan Surabaya
Manajemen TSI menyebut sangat menyambut baik respon dan kecintaan para pengunjung Taman Safari Indonesia terhadap satwa yang ada, dan antusiasme yang luar biasa, sehingga di musim liburan atau di hari-hari tempat kami ramai dikunjungi.
"Kami juga mengimbau kepada pengunjung untuk menerapkan peraturan sesuai SOP yang kami miliki, sehingga kenyamanan, keamanan dan keselamatan satwa sejalan dengan kebahagiaan pengunjung yang datang ke lokasi kami yang tersebar di berbagai tempat," tutup manajemen Taman Safari Indonesia. ***



