POJOKSATU.id - Video yang beredar di media sosial kembali menjadi sorotan publik setelah memperlihatkan momen pengundian hadiah.
Utama berupa satu unit sepeda motor dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT Korpri) di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Acara yang semestinya berlangsung meriah dan penuh kegembiraan itu mendadak berubah menjadi.
Baca Juga: TMB Tour & Travel Luncurkan Paket Umrah Premium Non-Transit, Gandeng Youtuber Gus Aldi
Perbincangan hangat lantaran aksi salah satu panitia yang dinilai janggal oleh peserta dan warganet.
Dalam rekaman yang dibagikan oleh sejumlah akun media sosial, terlihat proses pengundian hadiah tengah berlangsung di atas panggung dengan disaksikan para peserta.
Sesaat sebelum nomor undian diumumkan, seorang panitia berbaju merah dan mengenakan topi tampak memasukkan tangannya ke dalam saku celana.
Baca Juga: Rincian Gaji & Tunjangan Anak Pensiunan Golongan II–III yang Cair Minggu Depan
Gerakan itu terjadi pada momen yang sangat krusial, yakni tepat ketika proses pengocokan undian dilakukan.
Tindakan tersebut sontak mengundang reaksi cepat dari salah satu peserta yang diketahui berasal dari komunitas sepeda.
Dengan sigap, peserta itu memberikan teguran langsung kepada panitia tersebut.
Baca Juga: Kenapa BPJS Ketenagakerjaan Penting? Ini Alasan Utama yang Wajib Dipahami Pekerja
Tegurannya terdengar jelas dalam video, menunjukkan bahwa peserta merasa ada yang tidak wajar dari gerakan sang panitia.
Aksi teguran itu seketika mengubah suasana panggung. Para peserta yang berada di sekitar lokasi mulai memperhatikan dengan lebih serius.
Ekspresi mereka tampak berubah, dari yang semula antusias menunggu hasil undian, menjadi penuh kecurigaan.
Beberapa peserta bahkan tampak berusaha mendekat untuk melihat lebih jelas apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak butuh waktu lama bagi video itu untuk menyebar luas di platform-platform media sosial. Warganet mulai mengomentari gerak-gerik panitia yang dianggap mencurigakan.
Banyak yang menilai bahwa tindakan memasukkan tangan ke saku saat proses pengundian nomor bukanlah hal wajar.
Apalagi dalam sebuah acara resmi yang seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan kejujuran.
Sejumlah komentar mempertanyakan profesionalitas panitia, terlebih setelah melihat respons peserta yang menegur langsung aksi panitia tersebut.
Baca Juga: Kenapa BPJS Ketenagakerjaan Penting? Ini Alasan Utama yang Wajib Dipahami Pekerja
Warganet menduga adanya upaya untuk memanipulasi hasil undian atau setidaknya potensi ketidaktransparanan dalam pelaksanaannya.
Dugaan ini semakin menguat setelah beberapa akun membagikan potongan video dari sudut pandang berbeda
Yang memperlihatkan panitia tersebut tetap menunjukkan gestur tidak nyaman setelah ditegur.
Baca Juga: DPRD Ungkap Pemotongan TPP ASN Adalah Teguran untuk OPD yang Tak Capai Target
Momen ini kemudian menjadi bahan diskusi di berbagai forum dan kolom komentar.
Beberapa pengguna media sosial menilai bahwa kejadian seperti ini menunjukkan pentingnya pengawasan dalam kegiatan pengundian hadiah.
Terutama dalam acara resmi dan melibatkan hadiah bernilai besar seperti sepeda motor.
Mereka menekankan bahwa proses pengundian seharusnya dilakukan secara terbuka, menggunakan metode yang dapat dilihat dan diawasi langsung oleh seluruh peserta tanpa celah kecurigaan.
Di sisi lain, ada pula warganet yang mencoba melihat kejadian itu dari sudut pandang berbeda.
Mereka menilai belum tentu tindakan memasukkan tangan ke saku merupakan indikasi adanya kecurangan.
Namun, mereka sepakat bahwa dalam konteks kegiatan publik, gestur semacam itu bisa menimbulkan persepsi negatif yang merugikan panitia maupun penyelenggara acara.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara HUT Korpri Lombok terkait insiden yang viral tersebut.
Para peserta dan warganet masih menantikan klarifikasi yang dapat menjelaskan situasi sebenarnya.
Baca Juga: DPRD Ungkap Pemotongan TPP ASN Adalah Teguran untuk OPD yang Tak Capai Target
Apakah benar terjadi pelanggaran prosedur atau hanya kesalahpahaman yang dipicu oleh gestur yang kurang tepat dari salah satu panitia.***




