POJOKSATU.id - Isu mengejutkan soal kondisi APBN yang disebut hanya cukup untuk dua minggu sempat membuat publik resah.
Narasi tersebut bahkan dikaitkan dengan kondisi fiskal negara yang dinilai tertekan.
Pernyataan ini mencuat saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin 6/4/2026.
Baca Juga: UINSU Medan Masuk 5 Besar PTKIN, Sinyal Perubahan Kampus Islam di Era Digital
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung merespons isu tersebut. Ia mengaku heran karena informasi itu justru diduga berasal dari internal kementeriannya sendiri.
"Kalau APBN nggak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun? Karena ada orang bilang uang saya tinggal 2 minggu saja sudah habis," kata Purbaya, dikutip Pojoksatu.id dari YT DPR RI 6/4/2026.
Baca Juga: Surat Edaran Menpan RB Terbit, Ini Perbedaan Syarat Lulusan SMA dan S1
Ia bahkan menyentil keras sumber isu tersebut.
"bahkan bukan dari luar tapi dari orang Kementerian Keuangan itu sendiri yang sebarkan isu-isu seperti itu, saya baru tahu, padahal menterinya saya, jadi saya agak bingung," kata Purbaya.
Meski isu itu sempat memicu kekhawatiran, Purbaya memastikan kondisi APBN masih aman dan terkendali.
Baca Juga: Bupati Purwakarta Terbitkan SE, Izin Hajatan Kini Diperketat
Pemerintah telah menghitung berbagai skenario untuk menjaga stabilitas fiskal hingga akhir tahun.
Ia juga menegaskan bahwa subsidi energi tetap terjaga.
"jadi bbm yang bersubsidi sampai akhir tahun aman, jadi masyarakat di luat nggak usah takut, kami sudah hitung anggaran subsidinya masih cukup"
Bahkan dalam skenario terburuk sekalipun, pemerintah sudah memiliki langkah antisipasi.
“Kami sudah siapkan semua skenario. Dengan asumsi harga rata-rata USD 100 per barel, BBM subsidi tetap aman sampai akhir tahun,” jelasnya.
Purbaya menegaskan, isu yang beredar tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. APBN tetap dikelola secara hati-hati, terukur, dan siap menghadapi tekanan global.***




