POJOKSATU.id — Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan video memilukan yang memperlihatkan seekor induk gajah mendorong truk besar usai anaknya tewas tertabrak.
Kejadian itu terjadi di KM80 ruas Gerik-Jeli, Jalan Raya Timur-Barat, Perak, Malaysia bagian utara, pada Minggu dini hari, 11 Mei 2025.
Menurut laporan The Star, anak gajah tersebut tertabrak truk pengangkut ayam saat tiba-tiba menyeberang dari sisi kiri jalan.
Inspektur Polisi Gerik, Zulkifli Mahmood, menjelaskan bahwa pengemudi truk hanya melihat seekor gajah dewasa di sisi kanan jalan dan tidak menyadari kemunculan bayi gajah secara mendadak.
Jarak yang terlalu dekat membuat pengemudi tak sempat menghindar, menyebabkan bayi gajah tewas di tempat.
Setelah insiden tersebut, sang induk berusaha mendorong truk dan sempat merusak bagian depannya.
Ia bahkan enggan meninggalkan lokasi hingga akhirnya terpaksa dibius untuk diamankan. Sementara itu, bangkai anak gajah diangkat oleh petugas.
Gajah Sedih Disebabkan Hanya Melahirkan Sekali?
Beredar anggapan bahwa induk gajah sangat terpukul karena hanya bisa hamil sekali seumur hidup.
Namun faktanya, meskipun masa kehamilan gajah sangat panjang—sekitar 22 bulan—gajah bisa hamil lebih dari sekali selama hidupnya yang bisa mencapai 60–70 tahun.
Menurut organisasi konservasi Tsavo Trust, gajah betina bisa melahirkan 4 hingga 5 anak seumur hidup.
Umumnya hanya satu anak yang dilahirkan setiap kali kehamilan, meski kasus kelahiran kembar bisa terjadi dalam 1% populasi.
Ikatan antara induk dan anak gajah sangat kuat.
Sejak lahir, induk gajah akan membimbing anaknya mengenal air, komunitas, dan cara bertahan hidup.
Bahkan setelah tumbuh besar, anak gajah betina akan tetap bersama induknya, sedangkan yang jantan membentuk kelompok sendiri.
Air Mata Gajah Bukan Karena Sedih
Gajah memang dikenal sebagai makhluk yang emosional, namun air mata yang keluar bukanlah tanda kesedihan.
Menurut Why Animals Do The Things, gajah menangis karena alasan biologis, yakni untuk menjaga kelembapan mata dan membersihkan debu.
Gajah tidak memiliki kelenjar air mata seperti manusia.
Sebagai gantinya, mereka menggunakan kelenjar aksesori di sekitar kelopak mata dan membran niktitans (kelopak mata ketiga) untuk memproduksi cairan pembersih.
Cara Gajah Menunjukkan Kesedihan
Meski tidak menangis saat sedih, gajah tetap menunjukkan perilaku berduka.
Dilansir AZ Animals, gajah memiliki ikatan sosial yang kuat.
Saat salah satu anggota kelompok mati, mereka dapat menunjukkan perilaku seperti mengelilingi tubuh yang mati, menyentuh dengan belalai, dan mengeluarkan suara keras sebagai bentuk kesedihan.
Penelitian berjudul Unearthing Calf Burials Among Asian Elephants oleh Parveen Kaswan dan Akashdeep Roy (2024) menemukan bahwa sekelompok gajah di India menguburkan anak gajah yang mati dan “berpamitan” dengan tangisan sebelum meninggalkannya.
Mereka tak pernah kembali ke lokasi itu lagi.
Bagaimana menurut pembaca? Tulis di kolom komentar ya. ***




