POJOKSATU.ID - Video yang memperlihatkan paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi ikan lele mentah viral di media sosial.
Paket tersebut diketahui ditolak oleh SMAN 2 Pamekasan, Jawa Timur, karena dinilai tidak layak dibagikan kepada siswa.
Menanggapi polemik tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait isi paket yang menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Bikin Heboh! Ahmad Sahroni Pilih Tak Ambil Gaji DPR sampai 2029, Semua Disumbangkan ke Kitabisa
BGN menegaskan bahwa ikan lele yang dibagikan bukanlah lele mentah biasa, melainkan lele marinasi yang memang disiapkan untuk dimasak oleh siswa di rumah saat berbuka puasa.
Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan kesalahpahaman terjadi karena video yang beredar di media sosial tidak menampilkan keseluruhan isi paket MBG.
Menurutnya, masyarakat hanya melihat bagian lele mentah tanpa mengetahui bahwa paket tersebut sebenarnya berisi berbagai menu lain yang sudah disiapkan.
Baca Juga: Prediksi Skor Liga Champions Leverkusen vs Arsenal: The Gunners Bidik Rekor Baru
“Ya Allah Gusti, itu kan dibawa pulang, ya digoreng di rumah dong. Itu untuk lauk saat buka puasa,” ujar Nanik saat dikonfirmasi pada Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa paket MBG yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebenarnya terdiri dari beberapa jenis makanan.
Dalam satu paket terdapat lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.
Baca Juga: Iran Anggap Presiden Trump Hanya Omong Kosong Mau Serang Iran 20 Kali Lebih Besar
Menu tersebut disusun sebagai paket makanan bergizi yang dapat dikonsumsi siswa selama bulan Ramadan, khususnya untuk menu berbuka puasa.
Sebelumnya, pihak SMAN 2 Pamekasan memutuskan menolak sebanyak 1.022 porsi paket MBG yang dikirim ke sekolah.
Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, menilai keberadaan lele mentah di dalam wadah makanan berpotensi menimbulkan masalah.
Ia khawatir ikan tersebut dapat cepat membusuk dan mencemari komponen makanan lain yang berada dalam satu kemasan.
Karena alasan tersebut, pihak sekolah akhirnya memilih tidak membagikan paket MBG kepada para siswa.
Baca Juga: Prediksi Skor Newcastle vs Barcelona, Leg I 16 Besar Liga Champions: Misi Balas Dendam The Magpies
Kasus ini pun memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan konsep pembagian makanan mentah, sementara pihak BGN menegaskan bahwa menu tersebut memang dirancang untuk dimasak di rumah saat waktu berbuka.
BGN berharap masyarakat dapat memahami konsep paket MBG yang disesuaikan dengan kebutuhan selama bulan Ramadan.***




