POJOKSATU.id — Sebuah peristiwa memilukan sekaligus membingungkan terjadi ketika seorang pria lanjut usia mengaku sebagai purnawirawan TNI berpangkat Kapten bernama Erik Supratman ditemukan dalam keadaan terlantar dan linglung.

Pria itu kemudian dirawat oleh Dinas Sosial, namun pengakuannya yang berubah-ubah memunculkan tanda tanya besar.

Mulai dari klaim sebagai ajudan mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, hingga pengakuan bahwa dirinya dibuang istri dan seluruh uang pensiunnya diambil.

Baca Juga: Ketum PBNU Gus Yahya Tak Campuri Kasus Eks Menag Gus Yaqut, Tindakan Individu Tak Wakili Organisasi

Kisah ini terungkap saat Dedi Mulyadi melakukan sambungan video untuk memastikan identitas pria tersebut.

Dalam percakapan itu, sang pria tampak kesulitan mengingat banyak hal, termasuk nama istrinya sendiri.

Mengaku Dibuang Istri, Pensiunannya Diambil, Bagian paling dramatis muncul ketika pria tersebut mengaku dirinya ditelantarkan.

Baca Juga: Camat Cikampek Turun Tangan Usai Longsor 10 Meter di Perumahan BIP

 “Pulang bawa mobil perginya enggak bisa jalan dibawa ke dokter ternyata dibuang di jalan,” katanya lirih.

Tak hanya itu, ia juga menyebut uang pensiun yang semestinya ia terima setiap bulan justru dikuasai orang lain.

“Uang pensiunan sama istri diambil,” ucapnya.

Baca Juga: JJM Cukup Tapi Jam Linier di Info GTK Masih 0? Ternyata Ini Penyebabnya!

Namun saat ditanya nama sang istri, jawabannya kembali membingungkan.

“Nama istrinya siapa?” tanya Dedi.  “Enggak lupa lagi,” jawabnya singkat.

Identitas Tak Sinkron, KTP Tidak Ada, Data Disebut ‘Bodong’

Ketika ditanya mengenai identitasnya, pria itu menyebut nama berbeda-beda.

Di awal ia diperkenalkan sebagai Mayor Erik Supratman, namun kemudian ia mengaku pangkat terakhirnya adalah Kapten.

 “Pangkat Bapak terakhir apa?”  “Kapten.” 

Baca Juga: Ketum PBNU Gus Yahya Tak Campuri Kasus Eks Menag Gus Yaqut, Tindakan Individu Tak Wakili Organisasi

Ketidaksinkronan serupa juga terjadi ketika ditanya tempat dinas, kesatuan, hingga riwayat penempatan.

Ia menyebut pernah bertugas di berbagai lokasi, dari Bandung hingga Lampung, namun tanpa kejelasan.

Yang lebih mengkhawatirkan, menurut petugas Dinas Sosial, pria ini tak memiliki identitas sama sekali.

Baca Juga: Ketum PBNU Gus Yahya Tak Campuri Kasus Eks Menag Gus Yaqut, Tindakan Individu Tak Wakili Organisasi

“Data-data henteu aya…bodong,” ujar petugas Dinsos.

Karena itu, hingga kini belum ada kepastian apakah ia benar purnawirawan TNI atau hanya mengaku-ngaku akibat kondisi mental yang melemah.

Mengaku Pernah Jadi Ajudan Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Ketum PBNU Gus Yahya Tak Campuri Kasus Eks Menag Gus Yaqut, Tindakan Individu Tak Wakili Organisasi

Klaim lain yang membuat publik heboh adalah pengakuannya bahwa ia pernah menjadi ajudan Dedi Mulyadi ketika masih menjabat Bupati Purwakarta.

“Kantos janten ajudan Pak Gubernur waktos di Purwakarta dua periode,” ujarnya.

Namun Dedi langsung membantah tegas.

“Saya tidak punya ajudan yang hari ini berpangkat mayor… rata-rata ajudan saya sekarang usianya 45-an,” tegasnya.

Kontradiksi ini makin mempertegas dugaan bahwa pria tersebut mengalami disorientasi atau gangguan memori.

Baca Juga: Ketum PBNU Gus Yahya Tak Campuri Kasus Eks Menag Gus Yaqut, Tindakan Individu Tak Wakili Organisasi

Dedi Mulyadi Turun Tangan “Saya Telusuri Lewat Kodam Jaya”

Meski banyak kejanggalan, Dedi tidak tinggal diam. Ia meminta staf untuk menelusuri jejak identitas pria itu, terutama melalui data personel di Kodam Jaya.

“Nanti saya telusuri jejaknya melalui Kodam Jaya,” kata Dedi.

Baca Juga: Camat Cikampek Turun Tangan Usai Longsor 10 Meter di Perumahan BIP

Dedi juga memberikan bantuan langsung berupa uang tunai untuk kebutuhan harian pria itu serta petugas yang merawatnya.

“Saya titip R5 juta untuk bekal si Bapak,” ucapnya.

Pria tersebut kini dirawat di fasilitas Dinas Sosial Jawa Barat. Menurut petugas, kondisinya terjaga dengan baik.

Baca Juga: Program Sekolah Rakyat Sudah Jangkau 16 Ribu Lebih Siswa, 6.800 Guru Terlibat

“Ada yang ngerawat, mandiin, pakai air hangat tiap hari,” jelasnya.

Pihak Dinsos masih menunggu identitas resmi atau pihak keluarga yang mungkin mengenalinya.

Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari instansi TNI terkait status pria tersebut.***