POJOKSATU.id, PADANG— Sebuah cuitan viral di media sosial X terkait pelaku pembunuhan Nia Kurnia Sari (18) gadis penjual gorengan di Padangpariaman, Sumbar.
Menurut keterangan akun Chaitaa @yourchochobun, pelaku pembunuhan Nia Kurnia Sari ada tiga hingga empat orang dan usianya masih sekitar 17 tahun atau baru tamat SMA.
Akun ini juga menyebut tiga dari empat pelaku sudah tertangkap namun statusnya masih sebagai saksi. Sementara satu orang lagi menjadi DPO atau buronan.
Cuitan di laman X atas nama Chaitaa @yourchochobun, Selasa (10/9) menjadi perbincangan hangat di medsos.
Pemilik akun tersebut mengaku sebagai tetangga Nia dan menjelaskan bahwa Nia dirudapaksa oleh tiga atau empat pemuda dan kemudian dibunuh.
Cuitan ini telah diposting ulang sebanyak lebih 16 ribu kali, diberikan lebih 562 komentar serta dilihat lebih dari 3,6 juta kali hingga Rabu (11/9/2024).
"Belum rame kali ya di X. Ini kejadian deket rumah gue. Adeknya jual gorengan keliling tiap hari buat biaya kuliah adeknya tahun depan. Malah di perko*sa dan di bunuh sama 3-4 Pemuda yang Ga punya otak! Kasihan banget aslii," tulis akun Chaitaa @yourchochobun.
Tak hanya itu, terduga pelaku pembunuhan Nia ini diterangkan rata-rata sebagai pemuda lulusan SMA yang berusia di atas 17 tahun.
"Mana semua pelakunya itu rata2 baru tamat SMA semua," kata akun ini lagi.
"Buat yg nanya pelakunya gimana? Dia ada yg udah di amankan, ada yg masih buron. Aku ga berani up karena statusnya masih saksi, belum naik jadi tersangka. Takutnya kena UU ITE nanti," tulis @yourchochobun lagi.
Namun hingga kini ketiga pemuda yang tertangkap masih berstatus sebagai saksi, sedangkan satu lainnya buronan.
"3 udah (ditangkap) 1 masih buron," tutur akun Chaitaa @yourchochobun.
Sementara itu, Kapolres Padangpariaman AKBP Ahmad Faisol Amir, Selasa (10/9/2024) mengatakan, yang terpenting dari kasus ini, pihaknya sudah mengantongi nama terduga pelaku pembunuhan.
Meski demikian, petunjuk itu belum bisa disampaikan ke publik karena masuk dalam ranah penyelidikan.
“Petunjuk terduga pelaku, ada petunjuk. Kami belum bisa sampaikan karena masuk dalam penyelidikan kami,” tegas Kapolres.
“Barang bukti ada payung, sandal jepit, hijab dan seperti nampan untuk dagangan korban. Sementara barang bukti lain yang bukan milik korban, belum ditemukan,” ujarnya lagi.
Sejauh ini polisi sudah memeriksa empat saksi yang berasal dari warga sekitar lokasi kejadian.
"Dugaan mengarah ke sana (pembunuhan). Saksi yang diperiksa ada 4 orang. Saksi ini yang melihat langsung pada saat korban melakukan penjualan gorengan," tegas Kapolres Padangpariaman.***




