POJOKSATU.id – Suasana Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, mendadak berubah mencekam pada Senin malam, 17 November 2025.

Di tengah keramaian lalu lintas selepas waktu Magrib, warga tiba-tiba digegerkan oleh dua pria yang terkapar bersimbah darah.

Salah satu dari mereka, berinisial M, tidak lagi bernyawa.

Baca Juga: Tak Disangka, Pendapatan Pemulung di Tangsel Capai Rp 1,2 Miliar Setiap Bulan

Sementara korban lainnya, A, berusaha bertahan dengan luka parah sebelum akhirnya dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.


Cekcok yang Berubah Menjadi Tragedi

Keterangan awal dari pihak kepolisian menyebut bahwa kejadian ini didahului oleh cekcok.

Baca Juga: LBH Tegaskan Siswa SMPN Tangsel Meninggal Akibat Bullying, Bukan Faktor Penyakit Bawaan

Singkat antara korban dan seorang pria lainnya yang belakangan diketahui bernama R.

Pertengkaran itu berlangsung cepat dan memanas.

Sebelum akhirnya berubah menjadi aksi penusukan yang menewaskan salah satu korban di tempat kejadian.

Baca Juga: LBH Tegaskan Siswa SMPN Tangsel Meninggal Akibat Bullying, Bukan Faktor Penyakit Bawaan

Korban M mengalami luka tusuk di leher bagian kiri, sementara A mengalami luka tusuk di punggung bagian kanan.

Kondisi M yang berlumuran darah membuat warga panik dan segera menghubungi polisi.

Ketika petugas tiba sekitar pukul 18.30 WIB, M sudah tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga: Kematian Siswa SMPN 19 Tangsel Diduga Akibat Bullying, Polisi Dalami Rekam Medis Korban

Pelaku yang Tidak Kabur

Ada satu hal yang membuat kasus ini menjadi sorotan publik pelaku tidak melarikan diri.

R tetap berada di lokasi, berdiri tidak jauh dari tubuh para korban, seolah menunggu kedatangan polisi.

Baca Juga: Tangsel Student Carnaval Segera Dimulai, 1.500 Pelajar Bakal Tampil dalam Parade Budaya

Saat petugas datang, ia langsung diamankan tanpa perlawanan.

Ini yang kemudian menimbulkan tanda tanya besar di kalangan penyidik maupun warga sekitar.

Kapolsek Kramat Jati, AKP Pesta Hasiholan Siahaan, menjelaskan bahwa R tinggal di sebuah rumah kos di sekitar kawasan Condet.

Baca Juga: Tak Disangka, Pendapatan Pemulung di Tangsel Capai Rp 1,2 Miliar Setiap Bulan

Hingga kini, penyidik masih mendalami apakah ada hubungan sebelumnya antara R dan kedua korban.

Polisi belum memastikan motif utama di balik cekcok yang berujung maut ini karena proses pemeriksaan masih berlangsung.


Korban Kritis dan Olah TKP

Baca Juga: Tak Disangka, Pendapatan Pemulung di Tangsel Capai Rp 1,2 Miliar Setiap Bulan

Usai kejadian, petugas Inafis Polres Metro Jakarta Timur.

Melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mencari bukti dan memastikan alur peristiwa.

Barang-barang yang diduga berkaitan dengan aksi penusukan diamankan untuk kebutuhan penyelidikan.

Baca Juga: Kematian Siswa SMPN 19 Tangsel Diduga Akibat Bullying, Polisi Dalami Rekam Medis Korban

Sementara itu, korban A dilarikan ke RS Polri Kramat Jati dalam kondisi lemah akibat luka tusuk yang cukup dalam.

Pihak kepolisian menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik untuk memastikan jenis senjata yang digunakan dan bagaimana serangan terjadi.


Misteri Motif

Hingga kini, motif tindakan R masih menjadi tanda tanya besar.

Keterangan awal polisi memang menyebut adanya cekcok sebagai pemicu, tetapi detail penyebab pertengkaran belum terungkap.

Baca Juga: LBH Tegaskan Siswa SMPN Tangsel Meninggal Akibat Bullying, Bukan Faktor Penyakit Bawaan

Polisi juga masih mencari tahu apakah pertengkaran itu muncul secara spontan atau ada masalah sebelumnya antara pelaku dan korban.

Keterangan tambahan dari warga sekitar menguatkan dugaan bahwa pertengkaran berlangsung sangat cepat.

Warga awalnya hanya mendengar suara ribut, sebelum kemudian melihat dua tubuh tergeletak dengan kondisi mengenaskan.

Baca Juga: Tangsel Student Carnaval Segera Dimulai, 1.500 Pelajar Bakal Tampil dalam Parade Budaya

Beberapa saksi mata bahkan mengaku sempat mengira peristiwa itu sebagai tawuran kecil, sebelum menyadari bahwa korban mengalami luka parah di bagian vital.


Situasi Condet yang Mencekam

Pasca-penemuan dua korban, suasana Condet sempat mencekam.

Baca Juga: Kematian Siswa SMPN 19 Tangsel Diduga Akibat Bullying, Polisi Dalami Rekam Medis Korban

Lalu lintas tersendat, warga berkumpul, dan polisi memasang garis kuning di sekitar area kejadian.

Banyak warga setempat maupun pengguna jalan yang terkejut dengan kejadian brutal tersebut, mengingat lokasi itu merupakan jalur yang cukup ramai pada malam hari.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian memastikan bahwa R sudah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Tak Disangka, Pendapatan Pemulung di Tangsel Capai Rp 1,2 Miliar Setiap Bulan

Publik menunggu penjelasan lengkap mengenai motif serta hubungan antara pelaku dan korban.***