POJOKSATU.id – Nama Zita Anjani, Utusan Khusus Presiden untuk Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mendadak kembali jadi pusat perhatian warganet.

Bukan karena program pariwisata atau kunjungan kerja resminya, melainkan gara-gara video dirinya mengepel lumpur di rumah salah satu warga terdampak banjir di Sumatera yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Zita tampak terjun langsung membantu warga membersihkan lantai rumah pascabanjir.

Baca Juga: Penggiat Anti Korupsi Desak Bareskrim Polri Tahan Tersangka Penipuan Lahan di Balerang Batam

Namun, alih-alih menuai pujian, cara mengepelnya justru menjadi bahan sorotan.

Banyak netizen menilai arah gerakan pel Zita terlihat salah jalur karena lumpur yang didorong justru mengarah ke bagian rumah yang buntu.

 

Fenomena viral ini lantas membuat publik kembali melirik siapa sebenarnya Zita Anjani.

Baca Juga: Viral Zita Anjani Ngepel Lumpur, Niat Bantu Warga Tapi Arah Pel Bikin Netizen Garuk Kepala!

Dan bagaimana rekam jejaknya sebagai pejabat muda yang kini mendapat posisi strategis di lingkaran Presiden.

 

Profil Lengkap Zita Anjani

Lahir di Jakarta pada 12 Maret 1990, Zita adalah putri dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Baca Juga: Sampah Harian di Kota Bandung Capai 1.492 Ton, Pemkot: Kapasitas TPA Hanya Menampung 938 Ton Per Hari

Meski dikenal berasal dari keluarga politikus, perjalanan pendidikannya cukup panjang dan berlapis.

Zita menempuh studi di bidang Hubungan Internasional di Universitas Pelita Harapan, lalu melanjutkan pendidikan magister di University College London (UCL) pada 2014.

Ia juga memegang sertifikasi pendidikan Montessori dari Sunshine Teachers Training, menandai ketertarikannya pada dunia pendidikan anak.

Baca Juga: Sampah Harian di Kota Bandung Capai 1.492 Ton, Pemkot: Kapasitas TPA Hanya Menampung 938 Ton Per Hari

Sebelum terjun ke politik, Zita aktif mengelola dunia pendidikan.

Ia mendirikan sekolah Kids Republic di Jakarta Timur dan Bekasi, serta terlibat sebagai Ketua Yayasan SMA Kebangsaan di Lampung.

Di berbagai agenda sosial, Zita sering tampil sebagai penggerak program untuk guru PAUD dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Sampah Harian di Kota Bandung Capai 1.492 Ton, Pemkot: Kapasitas TPA Hanya Menampung 938 Ton Per Hari

 

Karier Politik: Dari DPRD hingga Utusan Presiden

Zita mulai masuk ke arena politik pada 2018 dan berhasil terpilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019–2024.

Tidak lama setelah itu, ia dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, menjadikannya salah satu pimpinan dewan termuda saat itu.

Baca Juga: Eks Ketua DPRD Pasaman Tewas Tertimpa Alat Berat Saat Hendak Antar Bantuan Bencana Sumatera

Pada 2024, kariernya melesat ke level nasional setelah dilantik sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata.

Posisi ini membuatnya sering melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah untuk memetakan potensi wisata, termasuk menggaungkan kampanye pariwisata berkelanjutan.

Di sinilah momen viral tersebut bermula kunjungan kerja ke wilayah bencana banjir berujung pada perdebatan soal gaya mengepel.

Viral, Sorotan, dan Persepsi Publik

Video Zita mengepel seharusnya menjadi adegan sederhana pejabat membantu warga. Namun di era media sosial, detail kecil bisa berubah menjadi bahan sindiran besar.

Netizen mempertanyakan ketulusan, menyoroti gesturnya, hingga membandingkan dengan aksi sang ayah, Zulkifli Hasan.

Baca Juga: Eks Ketua DPRD Pasaman Tewas Tertimpa Alat Berat Saat Hendak Antar Bantuan Bencana Sumatera

Yang juga pernah viral karena aksi membersihkan lumpur di lokasi serupa.

Meski kontroversi bermunculan, tak sedikit yang menilai Zita tetap menunjukkan empati dengan hadir di lokasi bencana.

Perdebatan muncul karena ekspektasi publik terhadap pejabat semakin tinggi, apalagi ketika setiap aksi direkam dan berpotensi menjadi viral.

Baca Juga: Eks Ketua DPRD Pasaman Tewas Tertimpa Alat Berat Saat Hendak Antar Bantuan Bencana Sumatera

Apakah ini pencitraan? Atau justru momen manusiawi yang terlalu cepat dihakimi warganet?

Yang jelas, video tersebut telah membuat nama Zita kembali bertengger di trending topic nasional membuktikan bahwa di era digital.

Satu gerakan kecil bisa mengundang sorotan besar.***