POJOKSATU.ID - Bupati Aceh Selatan, Mirwan M.S, akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka.
Setelah kepergiannya ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah di tengah krisis banjir dan longsor memicu kemarahan publik.
Dalam unggahan di akun Instagram-nya pada Selasa, 9 Desember 2025, Mirwan mengakui bahwa tindakannya merupakan kesalahan besar dan ia menyadari telah mengecewakan banyak pihak.
Baca Juga: KECEWA! TPP ASN Lahat Tidak Naik di 2026, Wabup 'Kita Lihat Kondisi Keuangan'
Mirwan secara terang-terangan menyebut dirinya telah mengecewakan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, hingga Pj Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Ia menyatakan penyesalan mendalam karena memilih berangkat umrah saat Aceh Selatan berada dalam status darurat bencana dan warganya membutuhkan kehadiran pemerintah daerah.
Kepergian Mirwan sebelumnya mengundang polemik lantaran ia tetap berangkat meski pengajuan izinnya pada 24 November 2025 tidak diproses.
Baca Juga: Bupati Umrah Saat Krisis! Kini Berjanji Bertanggung Jawab, Publik Balik Bertanya: Bisa Dipercaya?
Ironisnya, beberapa hari sebelum keberangkatan, Mirwan sempat menandatangani surat resmi yang berisi pengakuan bahwa dirinya tidak sanggup menangani bencana yang melanda wilayahnya.
Surat tersebut menjadi bahan kritik publik setelah ia justru meninggalkan daerah.
Dalam pernyataan maafnya, Mirwan berjanji akan memperbaiki diri dan memulihkan kepercayaan warga.
Baca Juga: Viral! Pemkot Bekasi Kerahkan ASN untuk Galang Donasi Korban Banjir Sumatera Aceh!
Ia menegaskan siap bertanggung jawab penuh atas situasi Aceh Selatan yang hingga kini masih terdampak banjir dan longsor.
“Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Aceh Selatan dan kepada para pemimpin negara,” tulisnya, sembari mengaku siap menjalani evaluasi jabatan.
Namun permintaan maaf tersebut tidak meredakan reaksi keras dari Presiden Prabowo.
Dalam arahannya saat meninjau penanganan bencana di Aceh pada Senin, 8 Desember 2025, Prabowo menyatakan bahwa tindakan Mirwan tak ubahnya seperti desersi, yakni lari dari tugas saat rakyat berada dalam bahaya.
Presiden dengan tegas meminta Menteri Dalam Negeri untuk segera mengambil tindakan tegas.
Kalau ada yang mau lari, lari saja. Copot! kata Prabowo di hadapan para pejabat daerah dan aparat penanganan bencana.
Baca Juga: CATAT! Ini 12 Dokumen yang Wajib Diunggah di SSCASN untuk CPNS 2026, Peluang Lolos Lebih Besar!
Pernyataan ini sontak menjadi sorotan publik dan menambah tekanan terhadap posisi Mirwan sebagai kepala daerah.
Sementara itu, kondisi di Aceh Selatan masih dalam tahap pemulihan. Ribuan warga terdampak masih bergantung pada bantuan evakuasi, logistik, dan pemulihan infrastruktur dasar.
Pengabaian tanggung jawab kepala daerah dianggap memperburuk efektivitas penanganan bencana, terutama di masa-masa krusial ketika kehadiran pemimpin daerah sangat dibutuhkan.
Hingga artikel ini diterbitkan, Kementerian Dalam Negeri belum mengumumkan keputusan resmi terkait status Mirwan M.S.
Namun publik Aceh kini menunggu langkah tegas pemerintah pusat, seiring tuntutan agar jabatan bupati segera dievaluasi.
Di sisi lain, Mirwan mengaku akan tetap menjalankan tugas sambil menunggu keputusan final dari pemerintah.
Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang tanggung jawab pejabat publik, terutama ketika masyarakat tengah menghadapi kondisi darurat.
Keputusan Mirwan untuk berangkat umrah di saat warganya membutuhkan pemimpin justru menimbulkan luka kepercayaan yang tak mudah dipulihkan.***




