POJOKSATU.ID- Kasus anak perempuan berusia tiga tahun di Kota Bandung menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan ayah kandungnya.

Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum korban, pemeriksaan medis menemukan luka robekan pada organ intim serta infeksi gonore pada balita tersebut.

Kuasa hukum korban dari Jabar Bantuan Hukum (JBH), Debi Agusfriansa Rahayu, mengatakan dugaan kekerasan seksual itu pertama kali diketahui ibu korban, MS. Terungkapnya perbuatan itu tepatnya terjadi pada 13 Desember 2025.

Saat itu, korban memperagakan gerakan yang tidak sesuai dengan usianya. Ketika ditanya, anak tersebut mengaku mengetahui gerakan itu dari telepon genggam ayahnya.

Beberapa hari kemudian, korban mengeluhkan rasa sakit ketika buang air kecil. Ibu korban yang merasa curiga kemudian memeriksa kondisi anaknya dan menemukan lebam pada bagian intim.

MS selanjutnya membawa korban ke dokter untuk menjalani pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka robekan pada organ intim korban dan disarankan untuk menjalani visum.

Debi menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, dugaan tindakan tersebut dilakukan di rumah maupun hotel. Terduga pelaku disebut menggunakan iming-iming hadiah berupa mainan untuk membujuk korban.

“Dari hasil pemeriksaan medis dan visum, ditemukan juga bahwa korban mengidap penyakit kelamin gonore,” ujar Debi, Selasa 20 Oktober 2026.

Permasalahan ini kemudian berlanjut ke proses perceraian antara MS dan terduga pelaku. Gugatan cerai diajukan pada pertengahan 2026 dan pasangan tersebut telah resmi bercerai.

Namun, pada 28 September 2026, terduga pelaku disebut membawa pergi korban. Hingga kini, keberadaan anak berusia tiga tahun tersebut belum diketahui.

Pada tanggal yang sama, MS melaporkan dugaan kekerasan seksual itu kepada Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat. Debi menyebut, terduga pelaku berprofesi sebagai dokter dan memiliki klinik mandiri di sekitar tempat tinggalnya di Kota Bandung.

Terduga pelaku juga disebut memiliki afiliasi dengan salah satu rumah sakit swasta besar di kota tersebut.

Hingga informasi ini disampaikan, keterangan mengenai perkembangan penyelidikan kepolisian dan upaya pencarian korban belum tercantum dalam informasi yang diterima.***