POJOKSATU.id, JAKARTA—Juru Bicara (Jubir) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, membantah bosnya terkait dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Jodi menolak bosnya dikaitkan dengan perusahaan yang diduga menjadi biang kerok banjir dan longsor di Pulau Sumatera, khususnya di Tapteng, Taput dan Tapsel itu.

Saat ini Luhut merupakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Di masa Pemerintahan Presiden Jokowi, Luhut merupakan Menko Marinvest.

"Informasi tersebut adalah tidak benar. Pak Luhut tidak memiliki, tidak terafiliasi, dan tidak terlibat dalam bentuk apa pun-baik secara langsung maupun tidak langsung-dengan Toba Pulp Lestari," kata Jodi dalam keterangan resminya, Kamis (4/12).

Baca Juga: Di Tengah Amukan Banjir Sumatra! Nama Luhut Ikut Terseret, Klarifikasi Justru Picu Polemik Baru

"Setiap klaim yang beredar terkait kepemilikan atau keterlibatan beliau merupakan informasi yang keliru dan tidak berdasar," tegasnya lagi.

Disebutkan Jodi, Luhut Binsar Pandjaitan konsisten mematuhi seluruh ketentuan perundang-undangan yang mengatur transparansi, etika pemerintahan, dan pengelolaan potensi konflik kepentingan.

Menurutnya, Luhut juga selalu terbuka terhadap proses verifikasi fakta dan mendorong publik untuk merujuk pada sumber informasi yang kredibel.

Baca Juga: Akhirnya Terungkap! Rapat yang Dipimpin Luhut Jadi Kunci Lahiran Bandara IMIP

"Kami mengimbau seluruh pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi, serta mengutamakan etika dalam ruang digital agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan disinformasi di masyarakat," jelas Jodi dilansir CNNIndonesia.

"Untuk memastikan akurasi dan mencegah penyebaran informasi palsu, kami mempersilakan media maupun publik untuk melakukan klarifikasi langsung kepada pihak kami apabila diperlukan," kata Jodi lagi.

Banjir bandang dan longsor melanda tiga provinsi di Sumatera yaitu Sumut, Sumbar dan Aceh.

Hingga Sabtu (6/12), jumlah korban meninggal banjir dan longsor di Sumatera ini mencapai 883 orang dan korban hilang mencapai 520 orang.

Data tersebut diketahui berdasarkan situs dashboard penanganan bencana darurat banjir dan longsor di Aceh, Sumut, Sumbar, Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.***