POJOKSATU.id, JAKARTA-- Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatera mencapai 990 jiwa hingga Jumat (12/12).
Sementara yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan ada 222 orang.
Untuk jumlah pengungsi sebanyak 894.101 jiwa. Untuk korban luka-luka di tiga provinsi mencapai lebih dari 5,4 ribu jiwa.
Jumat hari ini (12/12) merupakan pekan ketiga bencana yang terjadi sejak Selasa (25/11) lalu.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Beberapa Kabupaten di Aceh Pagi Ini, Tiba Jumat Dinihari di Kualanamu
Dalam dashboard geoportal penanganan darurat banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, BNPB mencatat jumlah korban meninggal sebanyak 990 orang pada Kamis, 11 Desember 2025.
Rinciannya, korban meninggal di Aceh mencapai 407 orang. Sementara 343 orang meninggal di Sumatera Utara. Kemudian Sumatera Barat sebanyak 240 jiwa.
Sementara itu, jumlah korban hilang di tiga provinsi tersebut telah berangsur turun dari 262 menjadi 222 orang.
Baca Juga: Bersiap Menuju CPNS 2026, 5 Strategi Ampuh dari Formasi hingga Mental yang Jadi Penentu
Sumatera Utara sebanyak 98 jiwa, diikuti Sumatera Barat sebanyak 93 jiwa dan Aceh sebanyak 31 jiwa.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Abdul Muhari melaporkan penurunan signifikan pada jumlah pengungsi.
"Hari ini terdata di rekapitulasi provinsi menjadi 894.101 jiwa," kata Abdul Muhari pada konferensi pers, Kamis (11/12/2025) malam.
Ia mencontohkan, penurunan pengungsi yang drastis terjadi di Kabupaten Aceh Utara, dari lebih 316.000 jiwa pada Minggu (7/12/2025) menjadi hanya 166.920 jiwa per Selasa (9/12/2025).
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga menyampaikan laporannya. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengakui tim menghadapi kendala serius di lapangan.
Pencarian yang telah memasuki pekan kedua pascabencana ini menyulitkan identifikasi korban. Mohammad Syafii menjelaskan, jasad korban sulit diidentifikasi lantaran telah mengalami perubahan struktur tubuh.***




