POJOKSATU.id - Sudah 37 hari Cristalino David Ozora Latumahina (17) mendapat perawatan intensif di RS Mayapada Kuningan, Jakarta Selatan.
Sang ayah, Jonathan Latumahina setia menunggu David Ozora sejak mengalami luka dan trauma berat akibat penganiayaan Mario Dandy.
Penganiyaan yang dilakukan anak manja dari mantan pejabat pajak Rafael Alun dan Ernie Meike Torondek itu, terlihat jelas penderitaan yang dialami David Ozora.
Meski kesadarannya sudah kembali, David masih berjuang mendapat kestabilan dalam merespons suara, sentuhan, dan pendengaran.
Terbaru, Jonathan Latumahina membagikan foto David Ozora yang terbaring di ranjang tidur saat menjalani terapi demi bisa sembuh.
Dalam foto yang dibagikan, terlihat David Ozora meringis kesakitan saat menjalani terapi tersebut.
Besok Sidang Perdana Agnes Gracia, Ada Kabar Terbaru Mario Dandy dan Shane Lukas
David dibantu perawat yang merubah posisi ranjang tidurnya menjadi berdiri. Tubuh David juga diikat dalam proses terapi ini.
Jonathan menuliskan cuitannya dab menyebut para pelaku pengeroyokan terhadap David tidak akan lepas dari jerat hukum meski mendapatkan simpati publik.
"Mereka sedang mengemis simpati publik untuk memperingan vonisnya kelak," tulis Jonathan di akun Twitternya, Selasa (28/3/2023).
Kecuali Shane Lukas, Amanda Hanya Laporkan Mario Dandy dan Agnes di Kasus Pencemaran Nama Baik, Alasannya
Di akhir cuitannya, Jonathan tetap bangga dengan David dan setia menunggu hingga kondisi sang buah hati pulih kembali seperti sedia kala.
"Dan kamu adalah anakku yang membanggakan, yang tak pernah lelah berjuang," sambungnya.
"Kutunggu walau selama apapun, kami terus disini untukmu. We love you kiddo," tandas elite GP Ansor itu.
Agnes Gracia Disidang 29 Maret, Seperti Ini Nanti Jalannya Sidang dan Aturannya
Hingga kini, kondisi kognitif atau tingkat kesadaran kualitatif David Ozora belum banyak perkembangan.
David harus masih rutin melakukan treatment untuk mengembalikan kestabilan tubuhnya.
Selain itu, David juga menjalani terapi atau pelatihan menopang tubuh menggunakan tilting table.
Remaja berusia 17 tahun itu juga masih harus menjalani terapi stemcell. (Fandi)



