POJOKSATU.id, JAKARTA—Tewasnya Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan (39) di kamar kosnya di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, menyita perhatian publik.

Kasus meninggalnya Staf Kemlu Bidang Penanganan dan Evakuasi WNI Anak terlantar ini sejak Selasa (8/7) lalu menimbulkan tanda tanya publik apakah bunuh diri atau dibunuh.

Berikut tujuh fakta baru tewasnya Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan yang merupakan alumni UGM ini.

Baca Juga: Pengakuan Satpam yang Berjaga di Kos-kosan Diplomat Kemlu Arya Daru yang Meninggal

1.Kapolri Buka Suara

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan penyelidikan maksimal, memastikan Polri bergerak cepat dengan pendekatan ilmiah untuk segera mengungkap kebenaran kasus ini.

Kapolri menekankan pentingnya digital forensik: pemeriksaan HP, laptop, dan CCTV korban. Kasus ditarget rampung dalam seminggu.

2.Olah TKP Gabungan

Polda Metro Jaya bersama tim forensik Polri, Inafis, Puslabfor, dan dokter RSCM telah melakukan olah TKP lanjutan Jumat (11 Juli), menangani semua barang bukti di indekos dan rekaman CCTV.

Baca Juga: PNS Kemlu Arya Daru Pangayunan Diduga Bunuh Diri, Kriminolog UI dan Kapolsek Beri Bukti-buktinya

3.Pemeriksaan Organ Dalam

Pemeriksaan organ dalam dan patologi masih berlangsung; polisi membuka kemungkinan ekshumasi jika diperlukan.

4.Belum Ada Kesimpulan Polisi

Polisi menahan diri dan menunggu hasil uji forensik. Belum ada kesimpulan resmi antara pembunuhan atau bunuh diri

5.Analisa Kriminolog

Kriminolog Adrianus Meliala menyebut kemungkinan bunuh diri karena tidak ditemui kekerasan dan kondisi terkunci dari dalam.

Baca Juga: Polda Metro Komentari CCTV Sekuriti Kos Mondar Mandir di Depan Kamar Arya Daru Sebelum Tewas


6.Kasus TPPO Kamboja dan Jepang

Ada pertanyaan terkait dugaan motif terkait kasus TTPO yang pernah ditangani Arya, namun Kemlu menegaskan tidak ada hubungan dengan kasus TPPO judi Kamboja dan TPPO Jepang yang telah tuntas.

7.Pengakuan Satpam Penjaga Indekos

Andi, penjaga toko rokok elektronik di depan kos Arya Daru menyebutkan bahwa satpam yang mondar-mandir di depan kamar Arya sebelum meninggal itu adalah Siswanto, penjaga kos di sana.

"Itu penjaganya, Siswanto namanya, yang malam-malam itu buka baju enggak pakai kacamata, tapi perawakannya dia," katanya kepada wartawan, Sabtu (12/7/2025).

Menurut Andi, Siswanto kerap curhat belakangan ini akibat janggalnya kematian Arya. Siswanto kerap diperiksa polisi sebagai saksi kasus ini. Siswanto sampai merasa stress.

"Dia curhat, stres ditanyaiin terus, dia enggak tahu apa-apa," tutur Andi.

Andi mengatakan, Sabtu (12/7/2025), Siswanto kembali dijemput sejumlah orang pakai mobil tak lama setelah dia bertugas di lokasi itu. Tak jelas apakah polisi atau bukan yang menjemputnya.***