POJOKSATU.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan mengejutkan terkait konflik yang memanas di Timur Tengah.

Ia mengklaim Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk hadiah di tengah upaya meredakan konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga: Breaking! Kemendikdasmen Buka CPNS 2026 Tanpa PPPK, Jalur Khusus untuk Lulusan D3, S1, dan S2, Ini Lengkapnya

Ia menyebut langkah itu sebagai sinyal itikad baik dari Teheran di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung.

“Mereka awalnya mengizinkan delapan kapal, lalu menambah dua lagi sebagai bentuk permohonan maaf. Totalnya menjadi 10 kapal,” ujar Trump.

Kapal-kapal tersebut dilaporkan berbendera Pakistan. Namun, pihak Iran sendiri membantah adanya komunikasi langsung dengan pemerintah Amerika Serikat terkait kebijakan tersebut.

Baca Juga: Mensos Gus Ipul Bersih-bersih ASN, 4 Pegawai Kemensos Dipecat karena Indisipliner

Meski begitu, Washington mengklaim bahwa jalur komunikasi tetap berjalan melalui pihak ketiga.

Utusan Khusus AS, Steve Witkoff, menyebut bahwa kerangka perdamaian telah disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator.

Dokumen tersebut berisi 15 poin yang mencakup upaya penghentian konflik dan stabilitas kawasan.

Baca Juga: NRG Belum Terbit? Ini Penyebab Ribuan Guru Gagal SKTP dan Strategi Menghadapi Validasi Bertahap dari Pusat

Namun, laporan dari media Iran menyebut Teheran justru menolak tawaran gencatan senjata dan mengajukan syaratnya sendiri.

Salah satu tuntutan utama Iran adalah pengakuan penuh atas kedaulatan mereka di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Trump sempat mengusulkan agar jalur strategis tersebut dikelola bersama sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

Di tengah tarik ulur diplomasi, operasi militer masih terus berlangsung. Pemerintah AS mengklaim serangan yang dilakukan telah melemahkan kemampuan pertahanan Iran secara signifikan.

Meski demikian, Trump mengakui ancaman terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz belum sepenuhnya hilang.

Baca Juga: Rencana CPNS 2026 di Morotai Bikin Heboh! Pemda Beri Sinyal Hanya Untuk PPPK, Pelamar Umum Terancam Tidak Bisa Daftar

Jalur ini diketahui mengalirkan sekitar seperempat pasokan minyak dunia setiap harinya.

“Bahkan risiko kecil tetap berbahaya. Satu serangan saja bisa berdampak besar,” tegasnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski ada sinyal positif, ketegangan di kawasan masih jauh dari kata selesai.***