POJOKSATU.id, JAKARTA— Penyebab tewasnya Tri Fattah Firdaus (23) telah dibeberkan polisi. Petugas Imigrasi Jakbar ini jatuh dari lantai 19 apartemen di Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten.
Tragisnya, Tri Fattah Firdaus tewas dalam keadaan mabuk usai dirinya dan pelaku WN Korsel yang membunuhnya pulang dari tempat hiburan malam di Jakarta.
Bahkan WN Korsel bernama Kim Dal Jong sempat dipapah oleh Tri Fattah Firdaus ke dalam kamar apartemen sebelum peristiwa pembunuhan yang diawali cekcok itu terjadi.
Tri Fattah Firdaus merupakan petugas Rudenim Imigrasi Jakarta Barat. Dia tewas di tangan WN Korea Selatan bernama Kim Dal Jong.
Baca Juga: Aksi di Mabes Polri, Tiba-tiba Mahasiswa Ini Minta Periksa Wiranto dan Agum Gumelar Soal Hoaks
Aksi pembunuhan ini terjadi di apartemen di Karang Tengah, Kota Tangerang, Jumat (27/11/2023).
Peristiwa ini terjadi bermula saat korban bersama rekannya dari imigrasi menjemput Kim Dal Jong dan Hendar serta petugas imigrasi lain di apartemen tersebut.
Kawanan petugas Imigrasi dan WN Korsel ini lalu bersama-sama menuju tempat hiburan malam. Pelaku kemudian cekcok dengan Hendar, salah satu petugas imigrasi di kelab malam.
Dalam keadaan mabuk mereka kemudian kembali ke apartemen tersebut.
"Keributan itu bukan dengan korban, tetapi dengan rekannya yang lain atas nama Hendar," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/12/2023).
Tiba di apartemen, korban sempat naik turun satu kali sebelum akhirnya yang kedua kalinya turun dan naik sambil memapah tersangka ke kamarnya.
Tak lama berselang sesudah korban dan tersangka masuk kamar apartemen, security mendengar suara keributan di dalam apartemen di lantai 19 dengan dibarengi suara pecahan kaca.
Selang beberap menit, disusul suara teriakan orang dalam apartemen tersebut.
Baca Juga: Gatal Garuk
Tak lama kemudian, sekuriti pun menghampiri kamar korban dan pelaku, ternyata korban didapati sudah tidak bernyawa.
Kombes Hengki menyebut para petugas yang mendatangi lokasi sempat menanyakan keberadaan korban kepada tersangka. Saat itu, Kim Dal Jong menyebutkan bahwa korban telah ‘mati’.
“Sebelum didobrak itu sempat ditanya, ‘Fattah mana?’ ini kan korban. Dijawab dari dalam ‘mati’. Ini mengindikasikan bahwa dia tahu bahwa Fattah sudah mati,” kata Kombes Hengki Haryadi.***




