POJOKSATU.ID - Kabar duka datang dari Polda Sulawesi Selatan.
Seorang anggota Direktorat Samapta Polda Sulsel, Bripda Dirja Pratama (19), meninggal dunia dan diduga menjadi korban tindak kekerasan di lingkungan asrama.
Peristiwa ini langsung menjadi perhatian internal kepolisian.
Baca Juga: Anies Soroti Teror terhadap Ketua BEM UGM, Ingatkan Negara Tak Boleh Abai pada Rasa Aman
Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel bergerak cepat melakukan penyelidikan dan telah memeriksa enam anggota polisi untuk mendalami kasus tersebut.
Bripda Dirja diketahui masih berstatus bintara remaja. Ia baru saja lulus pendidikan dan mulai bertugas di Direktorat Samapta Polda Sulsel.
Kepergiannya yang mendadak menyisakan duka mendalam bagi keluarga.
Baca Juga: Setahun Aep-Maslani: IPM Naik, 33 Penghargaan Diraih, Ribuan Rumah Layak Huni Rampung
Jenazah almarhum sempat dibawa ke RSUD Daya sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar pada Minggu (22/2/2026) untuk menjalani autopsi.
Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, yang juga anggota Polres Pinrang, mengaku terpukul atas kejadian tersebut.
Ia mengatakan, beberapa jam sebelum peristiwa, putranya masih sempat berkomunikasi dengan sang ibu dalam kondisi baik.
Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Kementan Dorong Peran Penyuluh dalam Hilirisasi Perkebunan
“Tadi subuh komunikasi sama ibunya masih baik, tidak ada mengeluh sakit,” ujarnya, dikutip dari instagram @feedgramindo.
Keluarga mulai mencurigai adanya dugaan penganiayaan setelah melihat adanya darah yang keluar dari mulut Dirja.
Padahal, menurut ayahnya, kondisi kesehatan anaknya dalam keadaan baik sebelum kejadian.
Sementara itu, Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Zulham Efendy menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa enam anggota untuk memastikan duduk perkara yang sebenarnya.
“Lagi kita dalami, ada beberapa orang kita periksa untuk memastikan. Sudah enam orang kami periksa,” jelasnya.
Baca Juga: 9 Spot Ngabuburit di Bandung Paling Favorit 2026, Gasibu hingga Dago Jadi Buruan Warga
Dirja sempat dilarikan ke RSUD Daya pada Minggu pagi, namun dinyatakan meninggal dunia saat menjalani pemeriksaan medis.
Kini pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut dugaan kekerasan di lingkungan internal aparat penegak hukum.
Baca Juga: 9 Spot Ngabuburit di Jogja Paling Syahdu, Malioboro hingga Alun-Alun Kidul Ramai Jelang Magrib
Keluarga berharap proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan objektif.
Propam Polda Sulsel memastikan akan menindaklanjuti kasus ini secara serius.
Hasil autopsi dan pemeriksaan saksi akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum selanjutnya.***




