POJOKSATU.ID - Tragedi berdarah di sebuah acara hajatan di Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, memicu langkah tegas dari pemerintah daerah.

Bupati Purwakarta, Saeful Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, langsung mengambil kebijakan dengan memperketat izin penyelenggaraan hajatan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius setelah pemilik acara, Dadang, meninggal dunia akibat pengeroyokan saat pesta pernikahan berlangsung.

Baca Juga: Terobosan Perdamaian! Iran dan AS Dijadwalkan Bertemu 10 April di Islamabad, Pakistan Jadi Penengah

Insiden ini terjadi di Kampung Cikumpay, Desa Kertamukti, Sabtu (4/4/2026), dan menyisakan duka mendalam.

Melalui pernyataannya, Om Zein menyampaikan belasungkawa sekaligus mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Om Zein turut berduka cita atas meninggalnya warga di Campaka. Jangan pernah ragu, percayakan sepenuhnya penanganan kasus penganiayaan di tempat hajatan yang terjadi di Purwakarta kepada pihak kepolisian Polres Purwakarta,” ungkap Om Zein, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Jangan Khawatir Jika Tunjangan Belum Cair, Ini Penjelasan Kenapa Dana Tetap Aman dan Akan Dibayarkan Penuh Setelah Rekening Valid

Ia meyakini aparat Polres Purwakarta akan mengusut tuntas kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta resmi menerbitkan Surat Edaran yang mengatur lebih ketat perizinan hajatan, terutama yang menghadirkan hiburan.

Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga ketertiban serta mencegah kejadian serupa terulang.

Baca Juga: Heboh di Bandung! Siswa SMPN 1 Dayeuhkolot Kembalikan Makanan MBG Diduga Basi, Forkopimcam Langsung Sidak

Dalam aturan baru tersebut, setiap penyelenggara hajatan diwajibkan membuat pakta integritas.

Tidak hanya itu, izin hanya akan diberikan jika seluruh pihak, termasuk aparat desa dan masyarakat sekitar, siap menjamin keamanan selama acara berlangsung.

Om Zein menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia tidak ingin insiden di Campaka menjadi preseden buruk bagi daerah lain di Purwakarta.

Sementara itu, berdasarkan keterangan kepolisian, kejadian bermula saat pesta berlangsung meriah dengan hiburan organ tunggal.

Sejumlah pemuda yang diduga dalam pengaruh minuman keras datang ke lokasi dan meminta uang kepada korban.

Baca Juga: Lulusan PPG 2025 Wajib Baca! Ini Penjelasan Kenapa Rekening Belum Valid di Info GTK dan Kapan Tunjangan Profesi Mulai Bisa Diterima

Korban sempat memberikan sejumlah uang, namun permintaan lanjutan ditolak. Penolakan tersebut memicu emosi pelaku hingga terjadi keributan yang berujung pengeroyokan.

Korban sempat berusaha menghindar, namun dikejar dan dipukuli menggunakan bambu hingga mengalami luka serius di bagian kepala dan punggung. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.

Pemerintah daerah bersama aparat keamanan berkomitmen memperketat pengawasan agar setiap kegiatan masyarakat berlangsung aman dan tertib.***