POJOKSATU.id - Empat bulan menjalani profesi baru sebagai sopir truk, Rouf (43), warga Kampung Seuat, Desa Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, terlibat dalam kecelakaan tragis di Tol Cipularang Km 92.

Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Km 92 itu, mengakibatkan seorang tewas, empat luka berat, dan 23 lainnya luka ringan. Kecelakaan tersebut juga merusak 19 kendaraan akibat ditabrak truk yang dikemudikan oleh Rouf.

Tunah, istri Rouf, menghadapi kekhawatiran besar tentang masa depan keluarganya.

Rouf adalah tulang punggung keluarga yang menanggung hidup istri, lima anak, kakaknya, dan orang tuanya.

Baca Juga: RENTETAN Kecelakaan Maut BERULANG TERJADI di Tol Cipularang, LOKASI Selalu Antara Km 90 Hingga 100, Dari Istri Saiful Jamil Hingga Wakil Bupati Garut

Tunah tidak bisa membayangkan beban hidup yang akan dihadapi jika Rouf harus bertanggung jawab hukum atas kecelakaan itu. “Kalau gak bebas gimana nasib anak saya, ada lima,” kata Tunah.

Keluarga besar Rouf tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang terbuat dari bambu di Desa Seuat Jaya.

Rumah tersebut dihuni dua kepala keluarga dengan kondisi yang kurang layak; dinding bambu sudah mulai bolong di beberapa bagian dan atap sering bocor saat hujan. Bisa disebut sebagai Rumah Tak Layak Huni.

Keluarga memilih tidur beralaskan tikar di ruang tengah karena dua dari tiga kamar yang ada rusak parah dan tidak dapat digunakan.

“Tidur di sini ngampar tikar, karena kamarnya seperti itu. Dingin pasti karena dindingnya ada yang bolong, bocor juga kalau hujan,” tambah Tunah.

Baca Juga: DAFTAR NAMA KORBAN Kecelakaan Beruntun TOL CIPULARANG, Korban MENINGGAL Perempuan Berusia 13 Tahun, Seluruh Korban SUDAH di RUMAH SAKIT

Sebelum bekerja sebagai sopir, Rouf mencari nafkah sebagai pemulung barang bekas.

Saat tawaran menjadi sopir truk logistik datang, ia mengambilnya demi penghasilan yang lebih stabil, meskipun pekerjaannya membuatnya jarang pulang.

“Ada kerjaan jadi sopir, suami saya jarang pulang. Paling dua minggu sekali, saat suami nggak pulang dengar kabar kecelakaan, kaget, sedih badan lemes,” kata Tunah.

Baca Juga: Bayang-Bayang Maut Kembali Menghantui Tol Cipularang di Balik Kecelakaan Beruntun

Tunah berharap suaminya dibebaskan dari ancaman hukuman penjara akibat kecelakaan ini, mengingat Rouf adalah satu-satunya tulang punggung keluarga.

“Kalau ditahan gimana nasib anak-anak, anaknya banyak ada lima. Terus mengurusi kakak yang sakit, suaminya saya satu-satunya tulang punggung keluarga,” ujarnya pilu. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.