POJOKSATU.ID – Kasus penganiayaan pegawai toko roti Lindayes di Jakarta Timur (Jaktim) kian menarik perhatian publik.

Seperti diketahui, anak bos toko roti Lindayes George Sugama Halim telah melakukan tindak kejahatan.

Yang mana, dirinya disebut menjadi pelaku penganiayaan terhadap salah seorang pegawainya Dwi Ayu Darmawati (19).

Baca Juga: Masih Ingat dengan Baba Vanga? Ramalan Tentang Tahun 2025 Mendatang Dikatakan Akan Ada Bencana Besar

Usut punya usut, George Sugama Halim yang menjadi pelaku kekerasan ini ternyata disinyalir memiliki gangguan mental.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram pribadi milik toko roti Lindayes @lindayespatisserieandcoffee.

Dalam unggahannya, George dikonfirmasi memiliki keterbatasan emosional yang membuatnya berujung melakukan tindak kekerasan.

Baca Juga: Profil Adi Sihotang, Peserta Audisi Indonesian Idol yang Lakukan Percobaan Bunuh Diri, Sempat Jadi Pengamen dan Sales

“Beliau merupakan anak pemilik (toko) namun memiliki keterbelakangan kecerdasan IQ dan EQ yang sudah pernah di tes,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pihak Lindayes juga mengungkapkan bahwa korban penganiayaan George bukan hanya pegawainya.

Melainkan, kerabat hingga keluarga anak bos toko roti Lindayes ini juga mengalami hal serupa dengan pegawai tersebut.

Baca Juga: Fenomena Cold Moon Bakal Hadir di Langit Indonesia Pada 26 Desember 2024, Ini yang Akan Terjadi

“Dan memang bahkan bukan hanya terjadi kepada saudari (Dwi) melainkan terjadi juga kepada pemilik dan saudaranya,” lanjutnya.

Tidak heran, kasus mengenaskan ini membuat pihak Lindayes memberiokan klarifikasi dan permintaan maaf.

Terlebih, pemohonan maaf itu disampaikan kepada pegawainya yang mengalami tindak penganiayaan hingga babak belur.

Baca Juga: Fenomena Cold Moon Bakal Hadir di Langit Indonesia Pada 26 Desember 2024, Ini yang Akan Terjadi

“Lindayes disini meminta maaf sebesar-besarnya, atas kejadian yang telah menimpa saudari (Dwi),” jelasnya.

Seperti diketahui, kasus ini beredar di media sosial lantaran aksi penganiayaan George terekam jelas dalam sebuah video.

Yang mana, dirinya tega menganiaya pegawai toko roti tersebut menggunakan sebuah kursi besar hingga korban mengalami luka.

Baca Juga: Imbas Kasus Penganiayaan George Sugama Halim, Toko Roti Lindayes Beri Klarifikasi: Kami Minta Maaf

Usut punya usut, kejadian ternyata bermula pada Kamis (17/10/2024) silam saat korban tengah bekerja di toko roti milik keluarga George.

Namun, dirinya justru mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari anak bosnya saat bekerja sebagai kasir.

Kejadian bermula ketika George meminta korban untuk mengantarkan sebuah makan yang dipesan melalui online ke kamar pribadinya.

Baca Juga: Terpidana Kasus Penyeludupan Narkoba, Mary Jane Tiba di Lapas Perempuan Pondok Bambu

Korban yang mengetahui hal itu sontak menolak permintaan George lantaran takut terjadi peristiwa yang tidak diinginkan.

Sebab, korban sebelumnya sempat mendapat perlakuan tidak mengenakkan berupa makian dari anak bosnya.

Terlebih, dirinya menyebutkan bahwa permintaan George itu bukan menjadi kewajibannya sebagai pegawai di toko roti.

Baca Juga: Perbandingan Besaran UMK 2025 Tertinggi dan Terendah di Indonesia, Perbedaannya Lebih dari 50%?

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh korban melalui obrolan online yang telah beredar luas di media sosial.

“Si pelaku tetap minta saya yang nganterin makanannya ke dalam kamar pribadinya, tidak mau yang lain harus saya,” jelas korban.

“Saya tolak, karena saya takut, sakit hati juga pernah dikatain miskin dan babu, dan ini tuh diluar dari pekerjaan saya” lanjutnya.

Alhasil, George yang tidak terima dengan penolakan pegwai orang tuanya ini sontak melakukan penganiayaan.

Baca Juga: Ini Dia Penampakan iPhone 17 yang Digadang-gadang Akan Segera Launching dengan Desain Baru

Dalam pengakuan korban, dirinya dilempar menggunakan barang di dalam toko roti Lindayes oleh anak bosnya.

“Akhirnya karena saya tolak berkali-kali dia marah dan melempar saya pakai patung batu, kursi, meja hingga berkali-kali,” jelas korban. ***