POJOKSATU.id - Rumah produksi film asusila di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, dibongkar Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Yang cukup mencengangkan, film asusila yang buatan rumah produksi di Srengseng Sawah itu melibatkan sejumlah nama-nama terkenal sebagai pemain atau pemeran.
Pemain dan pemeran film asusila buatan rumah produksi di Srengseng Sawah itu mulai dari artis, foto model, sampai selebgram.
Baca Juga: 9 Produk Fashion Terbaik Bergaya Kasual yang Bisa Kamu Beli di Shopee Live
Dari hasil pemeriksaan, terdapat 12 nama perempuan dan pria terkenal yang ikut terlibat sebagai pemain film asusila tersebut.
"Latar belakang dari pemeran wanita mulai dari artis, foto model, maupun selebgram," beber Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak, Senin 11 September 2023.
Untuk setiap film asusila yang diproduksi berdurasi antara 1 jam sampai 1,5 jam.
Baca Juga: Sinyal Putus Makin Kuat, Lyodra dan Riza Syah Saling Unfollow Instagram
Lalu bagaimana rumah produksi ini bisa menggaet kalangan artis, foto model dan selebgram jadi pemain film asusila?
"Selain mendapatkan talent dari kelompok jaringannya, juga dilakukan melalui profiling media sosial dari calon targetnya," ungkap Ade.
Meski begitu, Ade tak mengungkap identitas para artis, foto model dan selebgram yang terlibat sebagai pemain atau pemeran film asusila buatan rumah produksi di Srengseng Sawah tersebut.
Baca Juga: 8 Poin Penting Hasil Optimalisasi PPPK 2022 Kemenag, Perhatikan Poin 4 Bisa Bikin Kelulusan Dicabut
Akan tetapi, Ade memastikan bahwa setiap pemeran atau pemain sama sekali tidak ada kontrak atau perjanjian tertentu.
Para pemeran atau pemain dalam film asusila tersebut bayaran atau fee ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama kedua pihak.
"Tidak terdapat kontrak untuk pemeran yang digunakan dalam pembuatan film asusila yang dimaksud," kata dia.
Berapa besar bayaran artis, foto model dan selebgram untuk bermain dalam film asusila tersebut.
"Jadi, pembayaran hanya sekali di perfilm dengan kisaran pembayaran di angka Rp 10 juta sampai Rp 15 juta," papar Ade.
Ade mengungkap, selama rumah produksi itu beroperasi sudah membuat sekitar 120 judul film.
Ratusan film asusila tersebut didistribusikan melalui sejumlah website dewasa.
Diantaranya bossinema.com, kelassbintangg.com, dan https://togefilm.com/.
Akan tetapi website tersebut hanya bisa diakses jika berlangganan atau berbayar.
Mulai dari paket berlangganan 1 hari sebesar Rp50 ribu, paket berlangganan 1 minggu sebesar Rp150 ribu sampai paket berlangganan 1 bulan sebesar Rp250 ribu.
"Dan untuk paket langganan 1 tahun membayar Rp500 ribu,” papar Ade.
Ade lantas mengungkap bahwa salah satu judul film yang ditayangkan secara live streaming adalah film berjudul Keramat Tunggak.
"Salah satunya adalah film Keramat Tunggak yang sempat dilakukan pemblokiran oleh Kominfo di akhir bulan April tahun 2023,” jelas Ade.
Berdasarkan penyelidikan, rumah produksi di Srengseng Sawah ini sudah mulai memproduksi film asusila sejak awal 2022 lalu.
Baca Juga: Marcia Ann
Adapun jumlah keuntungan yang telah didapat tersangka selama kurang lebih 1 tahun beroperasi sudah sekitar Rp500 juta.
"Ada juga yang telah juga diwujudkan dalam bentuk beberapa aset yang kita juga lakukan penyitaan pada saat upaya paksa penggeledahan maupun penangkapan," tandas Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak.***




