POJOKSATU.ID - Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, di tengah kondisi darurat akibat bencana alam yang merusak akses jalan dan jembatan penghubung antarwilayah.

Tanpa menunggu alat berat atau peralatan modern, warga bahu-membahu membangun jembatan darurat dari material kayu demi membuka kembali jalur transportasi yang sempat terputus.

Kerusakan infrastruktur tersebut membuat sejumlah kampung di wilayah Rusip Antara sempat terisolasi.

Baca Juga: Ancaman Bom ke Sekolah-sekolah di Depok Dipastikan Hoaks, Polisi Usut Pelaku Pengancaman

Aktivitas masyarakat lumpuh, sementara pasokan kebutuhan pokok seperti bahan bakar, gas elpiji, bahan makanan, hingga obat-obatan menjadi sangat terbatas.

Kondisi itu memaksa warga bergerak cepat agar isolasi tidak berlangsung lebih lama.

“Kalau menunggu bantuan alat berat, kami tidak tahu sampai kapan. Jalan ini sangat penting untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar warga, dikutip pojoksatu.id dari instagram @bushcoo (24/12/2025).

Baca Juga: Trubus Anggap Penjelasan Seskab Teddy Wijaya Sudah Benar Soal Penanganan Banjir Sumatera

Pengerjaan jembatan dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya.

Kayu-kayu dikumpulkan dari sekitar lokasi, lalu dirangkai bersama menggunakan paku dan tali pengikat.

Meski sederhana, jembatan darurat tersebut diharapkan cukup kuat untuk dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki, sehingga distribusi logistik bisa kembali berjalan.

Baca Juga: AKBP Basuki Sudah Tersangka, Namun Polisi Belum Juga Ungkap Penyebab Kematian Dwinanda Levi

Warga mengaku tidak memiliki banyak pilihan. Pasokan logistik yang masuk dari luar daerah sangat bergantung pada akses jalan tersebut.

Ketika jalur terputus, harga kebutuhan pokok melonjak dan stok barang cepat menipis.

“Minyak, beras, obat-obatan mulai sulit. Ini yang membuat kami sepakat bekerja bersama, yang penting bisa dilewati dulu,” kata warga lainnya.

Baca Juga: Liburan Anti Mainstream di Bandung, Coba Skyward Project

Sejumlah bantuan dari pemerintah daerah memang telah diterima oleh warga terdampak bencana.

Namun, bantuan tersebut dinilai masih terbatas dan hanya mencukupi kebutuhan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, perbaikan permanen jalan dan jembatan membutuhkan waktu serta proses yang tidak singkat.

Baca Juga: Sekda Depok Pimpin Relokasi Kabel Udara Radar Auri demi Wujudkan Kota Estetik

Di tengah keterbatasan tersebut, solidaritas antarwarga menjadi kunci utama untuk bertahan.

Gotong royong tidak hanya dilakukan dalam pembangunan jembatan darurat, tetapi juga dalam berbagi bahan makanan dan kebutuhan lainnya kepada warga yang paling terdampak.

Langkah warga Rusip Antara ini menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat di daerah mampu bertahan dengan kekuatan kebersamaan.

Baca Juga: Wagub Dimyati Dorong RKUD Daerah Masuk Bank Banten, Tiga Wilayah Sepakat

Meski berharap perbaikan permanen segera dilakukan oleh pihak berwenang, warga memilih tidak tinggal diam dan berupaya mencari solusi sementara demi kelangsungan hidup dan aktivitas sehari-hari.***