POJOKSATU.ID – Inilah tampang AR (37) pengemudi mobil Pajero yang belakangan ini viral di media sosial.

Sebab, dirinya bertindak arogan saat mengemudikan mobil tersebut lantaran menyalakan strobo dan sirine ‘tot tot wuk wuk’ di jalan layang Pasupati Bandung, Jawa Barat.

Tidak hanya menggunakan fasilitas darurat kendaraan, AR juga memasang pelat Polri yang dituding palsu.

Baca Juga: Rincian Jumlah Uang Hadiah yang Didapat 15 Pemain Indonesia dari Denmark Open 2025, Jojo Paling Banyak

Usut punya usut, setelah ditelusuri pihak kepolisian, pengemudi mobil Pajero yang sebelum diduga bagian dari instansi ternyata bukan polisi.

Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X resmi milik Divpropam Polri.

Dalam unggahannya, pihak kepolian menyangkal dengan tegas bahwa AR bukan bagian dari Polri.

Baca Juga: Tinawati Andra Soni Ajak Masyarakat Banten Ciptakan Ruang Ramah Anak bagi Penyandang Down Syndrome

Ditambah, pelat Polri yang digunakannya pada mobil Pajero tersebut ternyata dikonfirmasi juga palsu.

“Terkait kejadian tersebut dapat kami klarifikasi, pengemudi Pajero hitam berpelat Polri tersebut bukan anggota Polri,” jelasnya.

“Setelah dilakukan pengecekan, pelat yang digunakan palsu dan tidak terdaftar di data base Polri,” lanjutnya.

Baca Juga: Sudah Ditetapkan Tersangka, Lisa Mariana Tiba-tiba Batal Hadir di Bareskrim, Katanya Sih Sakit

Hingga kini, AR yang sebelumnya viral bertindak arogan tengah diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Tidak hanya dirinya, mobil Pajero yang dikemudikannya juga ikut ditahan guna diselidiki lebih lanjut oleh pihak terkait.

“Saat ini kendaraan dan pengemudi sudah kami amankan untuk diproses lebih lanjut,” terangnya.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Kebut Finalisasi RPJMD 2025–2029, Targetkan Peningkatan Kualitas Hidup Warga Secara Holistik

“Langkah ini dilakukan guna menjaga kenyamanan pengguna jalan dan mencegah penyalahgunaan atribut kepolisian,” lanjutnya.

Diketahui sebelumnya, AR berakhir dicecar publik usai viral menyalakan strobo dan sirine saat mengemudi.

Bukan tanpa sebab, hal tersebut dilakukannya tidak lain hanya untuk mempercepat askesnya dalam mengemudi.

Baca Juga: Investasi Jabar Tembus Rp218 Triliun, Serap 303 Ribu Tenaga Kerja — Manufaktur Jadi Magnet Utama

Padahal, situasi dan kondisi lalu lintas saat itu sedang macet lantaran padatnya mobilitas para pengendara.

“Diviralin ya? Diviralin, enggak usah kayak gitu,” ucap AR saat direkam salah satu pengendara lain di jalan. ***