Tak Terima JIS 'Diobok-obok', Loyalis Anies Baswedan Tuntut Bentuk Pansus Mandalika yang Jelas Merugi


POJOKSATU.id - Loyalis Anies Baswwedan, Geisz Chalifah tak terima JIS (Jakarta International Stadium) 'diobok-obok'.

Reaksi Geisz Chalifah itu setelah Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI Jakarta mengusulkan pembentukan pansus JIS.

Pembentukan pansus itu dilakukan untuk melakukan audit menyeluruh JIS mulai dari aspek perencanaan sampai pembangunannya.

Apalagi Buro Happold, perusahaan konsultan stadion internasional asal Inggris, sampai mengeluarkan klarifikasinya.

Dalam klarifikasinya, Buro Happold mengungkap bahwa JIS melenceng dari anjuran dan rekomendasi yang diberikan.

Buro Happold ditunjuk PT Jakarta Konsultindo yang merupakan anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

BACA JUGA: Fakta JIS: Selalu Dibangga-banggakan Anies Baswedan, Diawali Foke, Dicanangkan Jokowi

Perusahaan itu disewa untuk berkonsultasi mengenai desain JIS dan memberikan panduan desain agar JIS bisa menjadi stadion bertaraf internasional dan berstandar FIFA.

Menurut Geisz Chalifah, pembentukan pansus dan polemik JIS itu sengaja dimunculkan demi kepentingan politis.

 

Ada malpraktik


Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Dwi Riko Sambodo menyebut, perlu dilakukan audit total pada JIS yang telah menelan biaya Rp4,5 triliun tersebut.

Terlebih setelah Buro Happold selaku perusahaan jasa desain, rekayasa dan konsultansi asal Inggris, menyatakan tidak terlibat dalam pembangunan JIS.

"Ada malpraktik dalam perencanaan dan pembangunan stadion JIS. Tidak mengherankan jika banyak sekali kekurangan fasilitas stadion JIS dan jauh dari standar internasional sebagaimana mestinya," kata Dwi Rio Sambodo, Senin 10 Juli 2023.

BACA JUGA: Buro Happold Blak-blakan soal JIS yang Dibangun di Era Anies Baswedan, PKS tak Terima dan Sebut Politis

Karena itu harus dibentuk pansus untuk mengusut tuntas permasalahan JIS.

Apalagi dana Rp4,5 triliun itu merupakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan APBD DKI Jakarta.

Dia menyebut, berdasarkan identfikasi pada beberapa aspek, pihaknya menemukan adanya ketidaksesuaian JIS dengan panduan konsep desain orisinal dari Buro Happold.

Temuan ini bahkan telah disampaikan Buro Happold dalam surat terpisah.

Buro Happold menyatakan, pihaknya perlu melakukan klarifikasi ini agar publik bisa memahami secara penuh dan utuh serta tepat terkait peran perusahaan tersebut.

 

Ditolak PKS


Sementara, Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli dengan tegas langsung menolak usulan pembentukan pansus JIS.

Menurutnya, pansus JIS sama sekali tidak diperlukan.

Alasan penolakan pembentukan pansus JIS, sebab pembangunan Stadion yang terletak di Jakarta Utara itu sudah jelas dari awal pembahasan.

BACA JUGA: Konsultan Inggris, Buro Happold Akui Pembangunan JIS Tidak Sesuai Panduannya, Wajar Tidak Berstandar FIFA

"Buro Happold memang tidak mendesain JIS. Emang sudah jelas dari awal. Di Komisi B juga sudah jelas. Yang membangun, mendesain JIS, itu putra-putri Indonesia sendiri. Bukan Buro Happold," kata dia.

Taufik menegaskan, Buro Huppold dalam hal ini hanya berperan sebagai konsultan dalam pembangunan JIS.

"Jadi sebenarnya dari awal yang dikatakan bahwa Buro Happold itu bersurat kemudian mengatakan tidak terlibat dalam desain, itu memang penegasan mereka saja karena kasus di Indonesia jadi kemana-mana, mereka juga jadi jengah," katanya.

Atas alasan tersebut, Taufik menyatakan pembentukan pansus JIS di DPRD DKI Jakarta sangat tidak diperlukan karena memang tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi.

 

Pansus Mandalika


Respon berbeda disampaikan loyalis Anies Baswedan, Geisz Chalifah.

Geisz mengaku tidak mempermasalahkan pansus JIS untuk menyelidiki JIS dengan syarat harus pula dibentuk pansus Mandalika.

BACA JUGA: Ahli Rumput Bicara, Terbongkar Sudah Alasan Rumput JIS harus Diganti Jawab Koar-koar Kubu Anies Baswedan

Sebab, kata Geisz, dibalik hebohnya Sirkuit Mandalika dan event balap yang digelar malah membuat Indonesia mengalami kerugian.

Untuk WBSK rugi Rp100 miliar, dan MotoGP merugi Rp50 miliar.

Tak hanya rugi, gagal balik modal ini juga menyumbang utang Rp4,6 triliun yang dipikul InJourney selaku holding BUMN Pariwisata pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

"Selidiki keduanya (JIS dan Mandalika) hingga tuntas agar kita semua tahu mana yang digarong dan siapa malingnya," tegas Geisz, pada Selasa 11 Juli 2023.

Eks Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol itu juga menilai rencana renovasi JIS juga kental dengan nuansa politis.

BACA JUGA: Anies Baswedan Pamer Sebut Infrastruktur JIS Paling Rumit se-Dunia, Dibangun Tanpa Pekerja Asing

Apalgi klarifikasi Buro Happold yang menyebut JIS tidak sesuai panduan mereka, baru muncul setelah polemik JIS.

Hal ini, kata Geisz, makin menguatkan asumsi JIS yang akan digunakan sebagai veneu Piala Duni U-17 2023, tidak berstandar FIFA.

"Yang terjadi sekarang untuk JIS adalah hasil karya anak bangsa di-downgrade untuk kebutuhan politik," katanya.

Karena itu, Geisz Chalifah mendesak menghentikan semua politisasi JIS dan secepatnya mengundang FIFA untuk melakukan inspeksi langsung JIS yang selalu dibangga-banggakan Anies Baswedan itu. (Guruh/Pojoksatu)