POJOKSATU.ID - Selain di Pulau Jawa, sejumlah wilayah di luar Jawa juga melaporkan insiden yang diduga terkait dengan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kejadian-kejadian ini terjadi dalam periode waktu yang sama, yakni antara Oktober 2024 hingga April 2025.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai standar keamanan makanan dalam program tersebut.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Massal Hantui Makan Bergizi Gratis di Berbagai Pelosok Negeri
Berikut rangkuman dugaan kasus keracunan MBG di wilayah luar Jawa:
1. Nunukan, Kalimantan Utara
Pada Senin, 13 Januari 2025, siswa dan guru SDN 03 serta siswa SMAN 2 Nunukan Selatan mengalami mual hingga diare setelah menyantap menu ayam kecap dari program MBG.
Menu yang sama disajikan di kedua sekolah pada hari yang sama.
Baca Juga: Update TPG: SKTPG Januari Juni 2025 Terbit Tak Kunjung Cair, Berikut Link Pengecekan
2. Pandeglang, Banten
Sebanyak 28 siswa SDN 2 Alaswangi dilaporkan mengalami gejala pusing, muntah, mual, dan diare usai menerima makanan MBG pada Rabu, 19 Februari 2025.
Meskipun pihak sekolah menyebutnya sebagai gangguan pencernaan biasa.
3. Waingapu, Sumba Timur, NTT
Pada Selasa, 18 Februari 2025, 29 siswa SDK Andaluri mengalami mual, sakit perut, pusing, dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG.
Pengelola dapur berdalih bahwa siswa mengalami alergi, bukan keracunan.
4. Bombana, Sulawesi Tenggara
Insiden terbaru terjadi pada Rabu, 23 April 2025, di SDN 33 Kasipute dan SD 08 Kasipute.
Puluhan siswa mengalami muntah-muntah setelah menyantap MBG. Sampel makanan telah diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Massal Hantui Makan Bergizi Gratis di Berbagai Pelosok Negeri
Adanya laporan dari berbagai wilayah di luar Jawa ini menunjukkan bahwa permasalahan terkait keamanan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya terbatas pada satu pulau.
Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari berbagai insiden ini.***




