POJOKSATU.ID - PDI Perjuangan (PDIP) memastikan tidak ada satu pun kadernya yang menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh yang disebut-sebut sebagai oposisi nasional.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/1/2026).
Politikus muda PDIP, Seno Bagaskoro, menegaskan bahwa partainya memang tidak menerima undangan untuk hadir dalam forum tersebut.
Menurutnya, hal itu berkaitan langsung dengan posisi politik PDIP yang sejak awal tidak menempatkan diri sebagai oposisi pemerintahan Presiden Prabowo.
“Perihal pertemuan kemarin, tidak ada tokoh partai yang hadir. Dan Mensesneg juga sudah menyampaikan bahwa memang tidak ada undangan kepada PDIP,” kata Seno dikutippojoksatu.id dari inilah.com (1/2/2026).
Ia menjelaskan, PDIP memilih berada pada posisi penyeimbang dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia.
Baca Juga: TOK! Riza Chalid Resmi Jadi Buron 'Seluruh Dunia', Sebut Sudah Diketahui Keberadaanya
Sikap ini, kata dia, berbeda dengan oposisi formal yang berada di luar pemerintahan, namun tetap kritis dan konstruktif dalam menyikapi kebijakan negara.
Seno menegaskan, meski tidak dilibatkan dalam forum elit, PDIP justru lebih fokus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, partai berlambang banteng itu secara aktif menyerap aspirasi rakyat melalui berbagai mekanisme, mulai dari riset kebijakan hingga diskusi dengan para pakar lintas bidang.
Baca Juga: Purbaya Pede Target Ekonomi Indonesia Naik 6 Persen, Sampai Mau Minta Hadiah Traktir Sama Prabowo!
“Dalam posisi sebagai penyeimbang, kami secara proaktif mendengar suara rakyat, melakukan kajian mendalam, dan berdialog dengan akademisi serta praktisi untuk memberikan masukan secara terbuka,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh nasional yang selama ini kerap disebut sebagai oposisi.
Pertemuan itu membahas kondisi bangsa serta tantangan besar dalam pengelolaan negara.
Menurut Sjafrie, diskusi tersebut menyoroti berbagai persoalan krusial, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga perputaran keuangan nasional yang dinilai belum optimal.
Ia bahkan menyinggung adanya indikasi kebocoran anggaran dalam jumlah sangat besar.
Baca Juga: Ternyata Ini Isi Diskusi Para Tokoh yang Diundang Prabowo, Abraham Samad Bongkar Isinya!
Sjafrie mengungkapkan adanya laporan penyaluran dana oleh bank-bank Himbara kepada korporasi yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah, jauh melampaui angka APBN.
Kondisi itu dinilai perlu ditelusuri secara serius karena berpotensi merugikan negara.
Ia juga tidak menampik kemungkinan adanya oknum pemerintah yang terlibat dalam kebocoran anggaran tersebut.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 Didominasi STEM hingga 80 Persen, Sosial Humaniora Tinggal 20 Persen
Oleh karena itu, Prabowo disebut ingin merangkul berbagai elemen bangsa, termasuk tokoh-tokoh kritis, untuk bersama-sama membenahi tata kelola negara.
Seno menilai, terlepas dari dinamika pertemuan tersebut, PDIP tetap konsisten menjalankan perannya sebagai kekuatan politik yang mengedepankan kepentingan rakyat dan stabilitas nasional melalui jalur konstitusional.***




