POJOKSATU.ID - Polda Metro Jaya membongkar sebuah rumah produksi di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan yang memproduksi film asusila atau film dewasa atau film panas.

Sebelum produksi film asusila atau film semi, rumah produksi di Srengseng Sawah itu juga sudah memproduksi sejumlah genre film.

Saat itu, genre film yang diproduksi rumah produksi di Srengseng Sawah adalah film gender horor dan komedi.

Baca Juga: Cookie Bomb Fudgybro Bikin Ketagihan! Resep Viral dari TikTok yang Bakal Meledak di Lidah!

Akan tetapi ternyata film genre horor dan komedi itu tidak laku.

Karena kurang laku, para pelaku beralih memproduksi film asusila, film dewasa, film panas atau film semi.

Film yang lebih menonjolkan sisi aktivitas seksual itu kemudian didistribusikan melalui website berbayar.

Baca Juga: Hasil Autopsi Jenazah Ibu dan Anak Tewas di Cinere Pakai Crime Lite, Hasilnya...

"Awalnya membuat film-film horor atau komedi. Sutradara berinisial I kemudian membuat film dewasa berbayar," ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak, Senin (11/9/2023).

Ternyata, film XXX itu mendapat respon dan lebih diminati sehingga pelaku jadi 'ketagihan'.

Karena itu pelaku memutuskan terus dan memperbanyak produksi film asusila.

Baca Juga: Sinyal Putus Makin Kuat, Lyodra dan Riza Syah Saling Unfollow Instagram

Dari awal 2022, total judul film asusila yang diproduksi para pelaku tidak kurang dari 120 judul.

Ada 3 website berbayar atau berlangganan yang dikelola pelaku untuk mendistribusikan film esek-esek tersebut.

Yakni bossinema.com, kelassbintangg.com, dan https://togefilm.com/.

Berdasarkan penyelidikan, dari ketiga website tersebut, sudah ada lebih dari 10 ribu pelanggan.

Baca Juga: Anggota TNI Lawan Arah di Tol BMZ Lettu GDW Belum Ditetapkan Tersangka, Belum Bisa Diperiksa Jawabannya Ngaco

"Di situlah kemudian tersangka I meng-upload film di tiga situs miliknya, kemudian mulai banyak pelanggan yang mengakses," jelas Ade Safri.

Paket berlangganan untuk bisa nonton sampai puas film-film semi tersebut, para pelanggan disediakan sejumlah paket langganan.

Mulai dari paket berlangganan 1 hari sebesar Rp50 ribu, paket berlangganan 1 minggu sebesar Rp150 ribu sampai paket berlangganan 1 bulan sebesar Rp250 ribu.

Baca Juga: Fakta Anggota TNI Lawan Arah di Tol MBZ Lettu GDW Usai Tabrakan Beruntun Tancap Gas Balik Arah Lagi, Kabur?

"Dan untuk paket langganan 1 tahun membayar Rp500 ribu,” papar Ade.

Salah satu judul film yang ditayangkan secara live streaming adalah film berjudul Keramat Tunggak.

"Salah satunya adalah film Keramat Tunggak yang sempat dilakukan pemblokiran oleh Kominfo di akhir bulan April tahun 2023,” jelas Ade.

Baca Juga: 8 Poin Penting Hasil Optimalisasi PPPK 2022 Kemenag, Perhatikan Poin 4 Bisa Bikin Kelulusan Dicabut

Dari praktik produksi film esek-esek itu, para pelaku mengantongi keuntungan sampai setengah miliar.

Sebelumnya, jajaran Polda Metro Jaya menggerebek rumah produksi film asusila yang beroperasi di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Penggerebekan ini dilakukan pada 17 Juli 2023 saat melalukan patroli siber.

Kasus ini ditindaklanjuti berdasarkan laporan polisi model A nomor LP/A/54/VII/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Baca Juga: Link Pengumuman Hasil Optimasi Pengisian Jabatan PPPK Kemenag 2022 Dan Cara Sanggah di sscasn.bkn.go.id

Sebanyak 5 orang tersangka ditangkap yakni inisial I, JAAS, AIS, AT, SE.

Mereka terdiri dari sutradara, kameramen, editor hingga pemain atau pemeran dari film asusila tersebut.***