POJOKSATU.id, BANTEN—Sosok dua wanita viral yang melakukan penistaan agama dengan sengaja menginjak kitab suci Alquran ternyata pekerja salon di Kecamatan Malingping, Lebak, Banten.
Kedua tersangka berinisial NR dan MT. Dimana MT yang menginjak Alquran dan wanita NR yang menyuruh melakukan penginjakan Alquran.
Kasi Humas Polres Lebak, Iptu Moestafa Ibnu Syafir, mengatakan kasus ini bermula saat NR merasa kehilangan alat makeup usai dipesan melalui online pada Rabu (8/4).
Baca Juga: Sengaja Menginjak Kitab Suci Alquran, 2 Pekerja Salon di Lebak Ditetapkan Tersangka Penistaan Agama
Dengan tanpa dasar yang jelas, NR menuduh MT telah mengambil alat makeup berupa bedak dan parfum.
"Jadi itu mereka sebenarnya berteman, yang punya salon itu pesan paket lalu disimpan. Si pemilik ini menuduh inisial MT, berhubung nggak puas atas pengakuan kemudian melakukan sumpah Alquran," kata Moestafa.
Namun anehnya sumpah menggunakan Alquran ini bukannya diletakkan di atas kepala, malah diinjak dengan kaki.
Nilai kosmetik yang dipermasalahkan ini berkisar Rp 250 ribu.
Ditangkap Jumat Malam
Usai kasus ini viral di media sosial, akhirnya keduanya ditangkap oleh pihak kepolisian pada Jumat (10/4/2026) malam yang merupakan pemilik salon di sana.
Kapolres Lebak, AKBP Herfio Zaki, memberikan penjelasan terkait video viral dugaan penistaan agama yang terjadi di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.
Jajaran Polres Lebak melakukan penyelidikan dan mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
“Dua terduga sudah kami amankan di Polres Lebak dan saat ini tengah dilakukan pemeriksaan,” ujar AKBP Herfio Zaki, Sabtu (11/4/2026).
Ia menyampaikan, pengamanan dilakukan berkat bantuan masyarakat serta jajaran Polsek Malingping dan Polsek Wanasalam.
Saat ini, lanjutnya, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui peran masing-masing pihak serta kronologi kejadian.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @fakta.indo, terlihat dua wanita mengucapkan sumpah dengan cara yang tidak biasa yakni dengan menginjak Alquran.
Wanita berdaster itu disebut mendapat tekanan hingga dipaksa melakukan sumpah dengan cara menginjak Alquran sebagai bentuk pembuktian.***




