POJOKSATU.id - Baru-baru ini, nama Ustaz Adi Hidayat ramai diperbincangkan oleh publik.
Ustaz yang akrab dipanggil UAH itu disebut-sebut layak untuk menduduki posisi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, menggantikan Gus Miftah yang telah mengundurkan diri.
Presiden Prabowo Subianto sendiri menyatakan bahwa pengganti Gus Miftah akan segera dicari.
"Nanti kita cari, ya, nanti kita cari," ujar Prabowo kepada awak media di Istana Negara Jakarta, Jumat, (6/12/2024).
Spekulasi di kalangan netizen semakin menguat bahwa Ustaz Adi Hidayat adalah sosok yang pas untuk mengisi posisi strategis tersebut.
Ustaz Adi Hidayat adalah figur penting dalam dakwah Islam modern di Indonesia.
Dengan latar belakang pendidikan Islam yang mendalam dan pengalaman berdakwah yang kaya, ia telah membangun reputasi sebagai ulama yang inovatif dan inspiratif.
Salah satu kontribusinya yang menonjol adalah mendirikan Quantum Akhyar Institute, sebuah pusat kajian Islam yang berfokus pada pengembangan keilmuan berbasis Al-Qur'an dan Hadis.
Sejak didirikan pada 2013, Quantum Akhyar Institute telah menjadi ruang pembelajaran bagi berbagai kalangan, termasuk ulama muda dan masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman Islam.
Peran aktif Ustaz Adi Hidayat dalam lembaga ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai tokoh berpengaruh dalam dunia Islam.
Baca Juga: Kontroversi Film 'Kiblat', Ustaz Adi Hidayat Beri Masukan Ini untuk Pegiat Film
Selain itu, Ustaz Adi Hidayat menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk periode 2022–2027.
Lahir di Pandeglang pada 11 September 1984, ia kini berusia 40 tahun.
Aktivitas dakwahnya tidak hanya terbatas pada kajian langsung, tetapi juga menjangkau dunia digital melalui kanal YouTube Adi Hidayat Official.
Baca Juga: Presiden Jokowi dan Ustaz Adi Hidayat Hadiri Haul ke-2 Almarhum Haji Anif, Ikut Berdoa dan Ziarah
Lewat platform tersebut, ia rutin menyampaikan ceramah dan kajian yang menjangkau jutaan penonton.
Di samping berdakwah, Ustaz Adi Hidayat juga dikenal aktif menulis karya tulis dalam bahasa Arab dan Indonesia, memperkaya literatur keislaman dengan sudut pandang kontemporer.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Miftah Maulana.
Baca Juga: Pak Sunhaji Menangis Protes Gus Miftah Mundur Utusan Khusus Presiden, Banyak Netizen Tak Percaya
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan bahwa jabatan Utusan Khusus Presiden memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan posisi lain di kabinet.
Menurutnya, posisi tersebut dapat dibiarkan kosong apabila pejabat sebelumnya memutuskan untuk mundur.
"Posisi itu boleh diisi, dan boleh tidak diisi," ujar Dasco. ***




