POJOKSATU.ID – Inilah sosok Tri Indah Alesti, salah satu orang tua siswa SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten.
Seperti diketahui, nama Tri Indah Alesti belakangan ini tengah ramai jadi sorotan publik di berbagai platform.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai dirinya polisikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria.
Dikarenakan, orang tua siswa ILP (17) tersebut tidak terima anaknya ditampar Kepsek SMAN 1 Cimarga usai ketahuan merokok.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Kabar Bintaro.
Dalam unggahannya, tampak ramai publik memberikan tanggap terkait insiden dugaan tindak kekerasan tersebut.
Baca Juga: Sahroni Ketahuan Curhat Bareng Bro Ron, Isu Gabung ke PSI Makin Kenceng
Bahkan, beberapa di antaranya mengecam Indah lantaran secara tidak langsung mendukung anaknya melakukan tindak kenakalan remaja.
“Sekolah zaman skarang gmn mau maju. Klw dikit2 lapor. Skolah zaman dulu biasa,” cuit akun @Agu$#!.
“Anak yg kau lindungi ini kelak bisa akan jadi harimau yg akan makan kau mentah2. Dan orang tua macam kau ini justru akan merusak anakmu sendiri,” ketik @Ami$#!.
“Mari kita dukung ibu kepsek, anak seperti itu ngga pantas sekolah, langsung dikeluarkan,” cuitan @Dar$#!.
Seperti diketahui, usai mengetahui anaknya ditampar, Indah langsung mengambil sikap tegas terhadap Kepsek SMAN 1 Cimarga.
Yang mana, orang tua siswa ILP itu langsung melayangkan tuduhan tindak kekerasan ke pihak kepolisian.
“Saya mah gak ikhlas, gak ridho anak saya sampai ditampar. Saya mah pengen ke jalur hukum pokoknya,” jelasnya.
“Saya datang ke Polres Lebak untuk melaporkan kepala sekolah SMAN 1 Cimarga yang sudah melakukan kekerasan kepada anak saya,” terangnya.
Indah pun menambahkan, bahwa anaknya yang jadi korban penganiayaan tidak hanya sekadar ditampar.
Melainkan, putranya yang sudah duduk di bangku kelas 12 itu juga ditendang oleh kepsek di bagian kaki.
Baca Juga: Cara Mudah Bikin Laporan Keuangan Pribadi, Biar Gaji Gak Habis di Tengah Bulan!
“Kejadiannya di dalam lingkungan sekolah saat kegiatan jumat bersih (jumsih) anak saya di tendang bagian kaki di tampar bagian wajah saat di bawa ruangan,” jelasnya.
“Juga melontarkan kata kata kasar yang tidak pantas diucapkan oleh seorang guru,” lanjut Indah yang dilansir dari portal Pojoksatu.id. ***



