POJOKSATU.id - Nama Yudi Abrimantyo selama ini lebih dikenal di lingkungan internal militer ketimbang ruang publik.
Namun, sosok yang selama ini bekerja di balik layar itu mendadak menjadi perhatian publik.
Namanya mulai diperbincangkan luas seiring munculnya isu sensitif yang menyeretnya ke ruang terbuka.
Di tengah sorotan tersebut, Yudi memilih mundur dari jabatannya.
Langkah ini dipahami sebagai bagian dari sikap profesional dalam menjaga marwah institusi, sekaligus memberi ruang bagi situasi agar tetap kondusif.
Sebagai perwira tinggi berpangkat Letnan Jenderal atau jenderal bintang tiga, kariernya ditempa dalam dunia intelijen yang menuntut ketepatan analisis dan loyalitas tinggi.
Jejak kariernya terbilang konsisten berada di lingkaran strategis.
Sebelum dipercaya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI pada periode 2024-2026.
Yudi lebih dulu menduduki posisi Kabainstrahan di Kementerian Pertahanan pada 2021.
Setahun sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Strategi Pertahanan Kemhan, posisi yang memperkuat perannya dalam merumuskan kebijakan pertahanan nasional.
Pengalamannya tak berhenti di situ, pada 2018 ia pernah bertugas sebagai Bandep Ur Sosbud di Deputi Bidang Pengembangan Setjen Wantannas.
Sebuah posisi yang memperluas perspektifnya dalam isu sosial dan budaya strategis nasional.
Bahkan jauh sebelumnya, pada 2016, Yudi sudah berada di jantung intelijen TNI sebagai Paban Utama A-5 di Dit A Bais TNI.
Rangkaian posisi tersebut menunjukkan bahwa kariernya dibangun secara bertahap.
Dari level teknis hingga strategis, dengan fokus yang konsisten di bidang intelijen dan pertahanan.
Di tengah perhatian tersebut, Yudi memilih mundur dari jabatan Kabais. Langkah ini dipandang sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya menjaga profesionalitas institusi.***




