POJOKSATU.ID – Inilah sosok Rheza Sendy Pratama (21), mahasiswa Amikom Yogyakarta (Jogja).
Seperti diketahui, nama Rheza Sendy Pratama belakangan ini tengah ramai menyita perhatian publik di media sosial.
Tidak lain, hal ini dikarenakan mahasiswa Amikom Jogja tersebut dikabarkan telah meninggal dunia saat ikut aksi demo.
Berdasarkan informasi dihimpun, Rheza Sendy Pratama berakhir tewas usai diduga dianiaya sejumlah oknum polisi.
Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @barasuara pada (1/9/2025).
Dalam unggahannya, Rheza disebut berakhir menghembuskan nafas terakhirnya tidak lama setelah jadi korban penganiayaan aparat berseragam.
“Seorang kawan kita, Rheza Sendy Pratama, meninggal dunia. Dipukuli hingga koma, direnggut paksa, Rheza tewas di tangan aparat negara,” jelas di-caption.
Sebelum tewas, mahasiswa Amikom Jogja ini sempat terkena tembakan gas air mata oleh pihak kepolisian.
Yang mana, gas air mata itu dikerahkan lantaran aksi demonstrasi di Polda DIY tidak lagi kondusif untuk dibiarkan.
Baca Juga: Kamu Susah Fokus saat WFH? Simak 9 Tips WFH Agar Tetap Produktif, dan Terhindar dari Distraksi
Perlu diketahui, meninggalnya mahasiswa Amikom Jogja itu disinyalir berlangsung saat aksi demonstrasi digelar di Polda DIY pada Minggu (31/8/2025).
Yang mana, dalam aksi tersebut, Rheza mengikutsertakan dirinya untuk andil dalam menyuarakan aspirasi rakyat bersama rekan sesama mahasiswa.
Namun, hal mengenaskan justru terjadi di saat situasi dan kondisi mulai tidak lagi kondusif dengan kebrutalan massa aksi yang anarki.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Dikabarkan Ke Jerman Tak Lagi Singapura di Tengah Gelombang Protes dan Penjarahan
Menyikapi hal ini, aparat yang bertugas mengamankan markas Polda DIY terpaksa pukul mundur massa dengan gas air mata.
Tidak heran, massa aksi yang awalnya tanpa ragu melancarkan serangan ke markas langsung kabur menyelamatkan diri.
Tetapi, pelarian itu tidak berlaku bagi Rheza, sebab sepeda motor yang dikendarainya mendadak mati.
Baca Juga: Tanpa Korlap
Alhasil, Rheza yang hendak melarikan diri bersama temannya terkena gas air mata hingga terjatuh ke jalan.
Namun, temannya yang awalnya dibonceng dikabarkan berhasil melarikan diri dari kejaran aparat Polda DIY.
Sedangkan, Rheza yang terkena gas air mata itu diketahui tidak berdaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Baca Juga: Eliano Reijnders Resmi Gabung Persib, Sayap Kanan Maung Bandung Makin Melesat ke Level Asia
Menurut pengakuan BEM, mahasiswa Amikom Jogja yang terjatuh itu langsung disambut sejumlah oknum berseragam.
Kendati demikian, masih belum diketahui dengan pasti penyebab kematian Rheza yang terkena gas air mata tersebut.
Tidak heran, insiden tersebut sontak banjir ditanggapi publik lantaran belum lama ini hal serupa juga terjadi dengan Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) di Jakarta.
Ditambah, aksi demonstrasi ini tidak hanya menyasar kepada para aksi massa saja, melainkan warga sipil yang tidak terlibat juga terkena dampaknya.
Baca Juga: Tidak Benar Menteri Keuangan Sri Mulyani Mundur dari Kabinet Prabowo-Gibran
“Buat polisi polisi ni ya t*!, kalo lu pada di pukulin balik sampe koma jangan pernah sekalipun nyebut diri lu MANUSIA,” cuit @pxlu!@#.
“Di makassar juga da berita duka 3 orang ASN dibakar hidup2 oleh pendemo mereka sama rakyat kya kita,” ketik @Riky#%$.
“Duka untuk Rheza harus jadi momentum transformasi. Mari kita bangun gerakan yang terorganisir,” cuit akun @gae^&!. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



