POJOKSATU.id, JAKARTA--Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq menjadi salah satu pihak yang ditangkap dalam OTT di Purwokerto.
Sosok Akhmad Sodiq menjabat sebagai Rektor Universitas Soedirman (Unsoed) sejak tahun 2022 atau sudah empat tahun.
Dilansir dari laman Unsoed, Akhmad Sodiq menempuh jenjang S1 di Fakultas Peternakan Unsoed.
Ia kemudian melanjutkan studi S2 di George-August University pada bidang Animal Science, sebelum akhirnya meraih gelar doktor (S3) di Kassel University dengan bidang keilmuan yang sama.
Baca Juga: Rektor dan 2 Wakil Rektor Unsoed Ditangkap KPK, Suap Seleksi Mahasiswa Baru Kedokteran
Selama kariernya, Akhmad Sodiq tercatat mengantongi sejumlah penghargaan. Ia pernah menerima Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2017, serta Unsoed Award Bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
Sodiq sudah tiga kali dinobatkan sebagai dosen berprestasi, di antaranya Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Unsoed tahun 2009, Dosen Berprestasi II Universitas Jenderal Soedirman tahun 2009, serta Dosen Berprestasi Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Peternakan Unsoed.
Selain itu, namanya tercatat sebagai Dosen Berprestasi III Universitas Jenderal Soedirman tahun 2006 sekaligus Dosen Berprestasi I Fakultas Peternakan Unsoed tahun 2006.
Di luar dunia akademik, Ia tercatat sebagai Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah, sekaligus pernah menjabat Ketua Cabang ISPI Jawa Tengah 2.
Baca Juga: Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran Hanya sampai 24 Agustus
Ia turut menduduki posisi Dewan Pakar I Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), serta Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa (SMD) Jawa Tengah dan Dewan Pembina Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed.
Sodiq juga merupakan A'wan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas, sekaligus menjabat di Dewan Kehormatan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Banyumas.
Bersama Wakil Rektor
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq ditangkap KPK bersama dua wakil rektor.
Setyo membenarkan Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Noor Farid, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo terjaring dalam OTT tersebut.
Setyo seperti dilansir Antara di Jakarta, Jumat (21/8) mengatakan, terkait Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Kuat Puji Prayitno maupun Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Humas Waluyo Handoko, belum bisa dipastikan terjaring dalam OTT tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tim menangkap total 14 orang dalam operasi yang digelar Kamis (20/8/2026) tersebut.
Rinciannya, 12 orang diamankan di wilayah Purwokerto dan dua orang lainnya di Jakarta.
"Benar, KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah," kata Budi, Jumat (21/8/2026).
"Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah," tambahnya.
Dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto, lembaga anti-rasuah mengamankan terduga pelaku tindak pidana korupsi, termasuk Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq.




