POJOKSATU.ID – Belum lama ini nama Raden Fauzan, karyawan minimarket tengah ramai disorot publik di media sosial.

Sebab, dirinya diduga ikut terlibat dalam kasus bunuh diri Aparatur Sipili Negara (ASN) Rizkil Watoni.

Seperti diketahui, Rizkil Watoni dikabarkan gantung diri diduga depresi diperas oknum polisi Polsek Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Kurangi Macet, Gubernur Jabar Beri Kompensasi Rp 3 Juta untuk Pengemudi Becak, Delman, dan Ojek Saat Mudik Lebaran

Tidak hanya itu, dirinya juga diperas oleh oknum polisi hingga puluhan juta dalam penanganan kasus pencurian ponsel diduga milik Raden Fauzan.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Shoprodite_ pada Kamis (20/3/2025).

Dalam unggahannya, Raden dikonfirmasi sebagai sosok yang melaporkan Rizkil ke aparat kepolisian.

Baca Juga: Batalkan RUU TNI, Massa Ancam Duduki Gedung DPR Hingga Malam Hari

Tidak lain, hal ini dilakukan karyawan minimarket tersebut usai merasa dirugikan ponselnya diambil oleh Rizkil.

“Ini wajah pegawai minimarket yang ngelaporin ya??? Kalo bener tandai dulu,” jelas akun di-caption positngan.

Bukan main, publik yang mengatahui hal ini sontak mencecar sikap Raden yang telah melaporkan Rizkil.

Baca Juga: Sebelum Tewas Bunuh Diri, ASN di Lombok Utara Rizkil Watoni Sempat Curhat ke Meta AI, Ngaku Dipaksa Jadi Maling

Beberapa di antaranya juga menuturukan bahwa karyawan minimarket itu dicap sebagai pemicu tewasnya ASN tersebut.

“Ini tengok karyawan lu boti bencong, gak becus kerja, buat susah orang. Masih mau mempekerjakan manusia kayak gini?,” cuit @milomilk01.

“Lagian barang juga udh dikembalikan, ga ada yg hilang. Udh sepakat juga kenapa harus bayar? Aji mumpung banget,” ketik @Buygetnot.

Baca Juga: Pastikan Jadwal Terbaru Penetapan NIP CASN 2024 Sesuai Arahan Presiden, Simak Keterangan Lengkap Kepala BKN

Diketahui, insiden ini bermula ketika Rizkil sedang berbelanja di sebuah minimarket Alfamart pada Jumat (7/3/2025).

Yang mana, ASN asal Lombok Utara itu tanpa tidak sadar mengambil sebuah ponsel milik salah satu karyawan minimarket.

Berdasarkan informasi beredar, hal ini terjadi saat Rizkil tengah membayar semua barang belanjaannya di kasir.

Baca Juga: Operasi Ketupat Lodaya 2025, 24.976 Personel Dikerahkan untuk Amankan Mudik Lebaran

Bukan tanpa sebab, Rizkil mengambil ponsel tersebut lantaran dirinya mengira bahwa itu merupakan miliknya.

Sebab, dari jenis hingga warna ponsel yang diambil dari minimarket itu sangat identik dengan milik Rizkil.

Hal ini diungkapkan langsung oleh ayah korban yang bernama Nasrudin terkait kronologi insiden tersebut terjadi.

Baca Juga: Buntut Kasus Rizkil Watoni yang Bunuh Diri Diduga Depresi Diperas Oknum Polisi: Korban Dipaksa Ngaku Maling!

“Saat itu korban baru pulang kerja dan mampir di Alfamart. Dia ini punya dua Hp (Handphone),” jelasnya.

“Dan saat berbelanja dengan spontan mengambil HP di meja kasir karena HP itu mirip dengan HP miliknya,” lanjutnya.

Tidak heran, Raden selaku karyawan yang mengetahui hal ini sontak melaporkan Rizkil ke aparat kepolisian.

Baca Juga: Siapa Rizkil Watoni? ASN asal Lombok Utara Tewas Bunuh Diri Usai Diduga Diperas Oknum Polisi Dikenal Tulang Punggung Keluarga

Dikarenakan, tampak jelas ASN asal Kayangan itu terbukti mengambil ponsel milik karyawan melalui rekaman CCTV minimarket.

Tidak hanya itu, Raden yang merasa dirugikan akibat perbuatan Rizkil juga mengunggah rekaman CCTV tersebut ke media sosial.

Alhasil, rekaman yang memperlihatkan Rizkil tengah mencuri ponsel milik karyawan tersebut sontak ramai disorot publik.

Baca Juga: Pemprov Sumut Ikut Rakor dengan Mendagri, Bahas Percepatan Pengangkatan CPNS dan PPPK 2024

Usut punya usut, Rizkil yang mendapat kabar bahwa dirinya dituding telah melakukan pencurian ini sontak terkejut.

Di mana, ASN asal Lombok Utara itu ternyata baru sadar bahwa ponsel yang sebelumnya diambil di minimarket bukanlah miliknya.

Mengetahui hal ini, Rizkil sontak bergegas ke gerai Alfamart tersebut dengan niat mengembalikan ponsel milik pegawai kasir.

Baca Juga: Sosok Rizkil Watoni, ASN asal Lombok Utara Tewas Bunuh Diri Usai Diduga Diperas Oknum Polisi Hingga Puluhan Juta

Namun, dirinya yang hendak mengembalikan ponsel tersebut justru dihadapkan dengan para petugas kepolisian.

Diketahui, pihak kepolisian itu datang tidak lama setelah mendapat laporan dari pegawai kasir minimarket tersebut.

Alhasil, Rizkil yang hendak mengembalikan ponsel itu berakhir diangkut para penegak hukum ke Polsek Kayangan.

Baca Juga: Aspirasi Warga Tak Didengar, RUU TNI Kini Sudah Sah Sebagai Undang undang, Berikut Perubahannya

Tidak hanya itu, korban bunuh diri ini juga ditahan di dalam sel selama semalaman usai digeret oleh aparat kepolisian.

“Anak saya diborgol dari Alfamart dan dibawa ke Polsek Kayangan. Setelah itu anak saya dimasukkan ke sel selama satu hari satu malam,” pungkasnya.

Keesokan harinya pada Sabtu (8/3/2025), korban dipulangkan dari Polsek Kayangan oleh para aparat kepolisian.

Baca Juga: Kronologi Kasus Rizkil Watoni, ASN di Lombok Utara Dikabarkan Bunuh Diri Diduga Gegara Depresi Diperas Oknum Polisi

Berdasarkan informasi dihimpun, pihak kasir minimarket itu juga mencabut laporannya atas perkara pencurian pada hari yang sama.

Sebab, kasus Rizkil yang saat itu dituduh dalam perkara pencurian ini berakhir damai dengan pihak pegawai minimarket.

Tidak hanya sekedar damai, ASN asal Lombok Utara ini juga memberikan uang sebesar Rp2 juta kepada diduga Raden.

Baca Juga: Tolak Revisi UU TNI, Hari Ini Sejumlah Mahasiswa Demo di Gedung DPR, Polisi Perketat Keamanan

Usut punya usut, kasus yang sebelumnya menuduh Rizkil sebagai pencuri ponsel ini ternyata tidak berakhir begitu saja.

Sebab, dirinya berulang kali mendapat intimidasi dan pemerasan dari oknum polisi yang bertugas di Polsek Kayangan.

Dalam praktiknya, oknum polisi itu disebut menyuruh paksa agar Rizkil mengakui perbuataannya telah melakukan tindak kriminal.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH Bapaknya Datang Pas Buka, ILUSTRASI ASLI di Kaleng Khong Guan TERUNGKAP, Ditiru SEBAGIAN, Aslinya MAKAN ROTI, Siapa Layak Dapat ROYALTI

Terlebih, para aparat yang diduga terlibat dalam hal ini juga melakukan pemerasan terhadap Rizkil hingga puluhan juta rupiah.

Padahal, kasus tersebut telah berakhir damai antara Rizkil maupun pegawai kasir minimarket yang ponselnya sempat diambil.

Diketahui, momen intimidasi ini terus berlanjut hingga ASN asal Lombok Utara itu memilih untuk mengakhiri hidupnya pada Senin (17/3/2025). ***