POJOKSATU.id, MEDAN-- Praka Rico Pramudia (31) merupakan suami dari Yulia Putri yang dinikahinya pada 27 November 2019.

Praka Rico lahir di Dolok Masihul Serdang Bedagai Sumut pada tahun 1995 lalu dan bertugas di Kodam Iskandar Muda Aceh.

Kebahagiaan keluarga Praka Rico dan Yulia terpancar melalui unggahan di akun media sosial Instagram mereka yang juga memposting kegiatan anak mereka yang masih kecil.

Baca Juga: Anggota TNI yang Sempat Koma Satu Bulan Gara-gara Diserang Israel Akhirnya Gugur di Lebanon

Praka Rico memiliki Instagram @ricopramudia.yp, sementara sang istri memiliki Instagram @yuliaputri_rp. Sementara anak mereka juga dibuatkan Instagram @arsyapramudia23.

Keduanya sering memposting kebersamaan mereka di Instagram masing-masing. Begitu juga kebersamaan keluarga kecil ini bersama anak mereka yang masih berusia sekitar 3 tahun.

Tak hanya itu, Praka Rico kerap membagikan petuah agama melalui media sosial. Dia juga berbagi nasihat untuk selalu salat hingga beramal salih.

Baca Juga: Gencatan Senjata Baru Dimulai, Militer Israel Malah Mau Operasi Terarah di Lebanon Selatan 

Praka Rico juga sangat menghormati kedua orang tuanya. Ia sempat menyanjung keduanya dalam sebuah unggahan.

"Orang terhebat yang pernah aku miliki yang sarat akan pengalaman hidup yang pahit dan mengajar kan aku arti kerasnya hidup ini," tulis Praka Rico untuk mereka.

Yulia juga aktif dalam Persit (Persatuan Istri Tentara). Ia menyebut dirinya dalam sebuah postingan berasal dari Persit KCK Ranting 4 Yonif 114 Cabang XIII PD Iskandar Muda, Aceh.

Alami Luka Berat

Praka Rico Pramudia (31) merupakan prajurit TNI yang bertugas menjaga perdamaian di Lebanon yang tergabung dalam UNIFIL.

Rico mengalami luka berat akibat serangan artileri Israel atau ledakan proyektil Israel pada 29 Maret malam Adchit Al Qusayr.

Dengan gugurnya Praka Rico, total empat anggota TNI gugur di Lebanon akibat serangan Israel antara lain Praka Farizal Romadhon, Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan terbaru Praka Rico.

Dalam pernyataan tertulisnya di platform X, UNIFIL menyampaikan Praka Rico meninggal usai dirawat selama hampir sebulan di satu rumah sakit di Beirut karena luka parah yang dideritanya.

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di platform X, Jumat (24/4/2026) dikutip dari Antara.***