POJOKSATU.ID – Inilah sosok Pandu Brata Syahputra Siregar (18) siswa SMA di Asahan, Sumatera Utara (Sumut).
Seperti diketahui, nama Pandu Brata Syahputra Siregar belum lama ini tengah ramai diperbincangkan publik.
Dikarenakan, dirinya dinyatakan meninggal dunia lantaran telah menjadi korban tindak pidana berupa penganiayaan.
Berdasarkan informasi dihimpun, Pandu Brata Syahputra Siregar dinyatakan tewas usai diduga dianiaya oknum polisi.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @jorgianaaa pada Jumat (14/3/2025).
Dalam unggahannya, publik ramai menyoroti kasus meninggalnya siswa SMA tersebut lantaran telah menyeret instansi Polri.
Tidak hanya itu, beberapa di antaranya juga turut mencecar sikap arogansi oknum polisi yang diduga jadi pelaku penganiayaan.
“Ngatasi peredaran narkoba gak bisa, bikin SIM harus bayar, ditambah ini kalian ngebunuh pelajar,” cuit @Saeaelu1.
“Ini jadi Isilop plis wajib pendidikan setara S-1 dulu alias 4 tahun pendidikannya,” ketik akun @gungsss_.
“Ini malah bocil SMA modal bootcamp 6 bulan doang dibuat jadi penegak hukum dan megang senjata. Negara gila,” lanjutnya.
Diketahui, kasus ini bermula ketika korban saat itu tengah menonton pertunjukan balap lari pada Minggu (9/3/2025) malam hari.
Namun, pertunjukan balap liar ini dibubarkan usai diketahui oleh aparat kepolisian yang tengah bertugas.
Mengetahui hal tersebut, Pandu yang sebelumnya menonton pertunjukan bersama keempat temannya ini sontak melarikan diri.
Yang mana, mereka melarikan diri dari kejaran polisi dengan berboncengan menggunakan sebuah sepeda motor.
Diketahui, korban yang saat itu tengah kejar-kejaran dengan aparat kepolisian sontak memutuskan untuk melompat dari sepeda motor.
Namun, hal mengenaskan justru terjadi usai Pandu diketahui telah melompat dari sepeda motor ke jalan raya.
Di mana, dirinya terjatuh usai melompat yang menyebabkan aparat kepolisian berhasil mengamankannya.
Bukan main, siswa SMA ini diduga juga dianiaya oleh oknum polisi yang berhasil meringkus korban.
Tidak heran, kasus ini menyita perhatian publik lantaran yang dituding menjadi pelaku adalah oknum polisi.
Terlebih lagi, korban penganiayaan oknum polisi tersebut diketahui masih duduk di bangku sekolah. ***



