POJOKSATU.ID – Inilah sosok Khairul Amran selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bone, Sulawesi Selatan.

Seperti diketahui, Khairul Amran baru-baru ini kembali viral di media sosial lantaran sikap arogansinya.

Yang mana, Khairul Amran diketahui tidak mendengarkan aspirasi para tenaga honorer kawasan Bone saat rapat DPRD digelar.

Baca Juga: Pernah Jadi Timnas Indonesia U23 dan Pemain Muda Terbaik ISL 2013, Syakir Sulaiman DITANGKAP POLISI, Edarkan Obat Terlarang

Dalam hal ini, Khairul Amran justru sibuk selfie dengan jajaran pimpinan DPRD Bone saat puluhan tenaga honorer menyuarakan aspirasinya.

Tentu, hal ini mengundang amarah beberapa warganet yang mengetahui sikap semena-mena dari Khairul.

“Ya artinya Guru Honor nggak dianggap serius, saran aja sih, jgn mau jadi guru honor. Gaji nggak manusiawi,” ketik @el_jastip.

“Giliran ngadu ke DPRD dilecehkan ky gini, parah,” lanjutnya yang dikutip Pojoksatu.id dari kolom komentar akun X milik @AirinDatangLagi.

Baca Juga: Seperti Apa Deep Learning yang Dibocorkan Mendikdasmen Abdul Mu'ti? Lebih Baik dari Kurikulum Merdeka?

“Artinya guru honorer nggak perlu, biar anak2 belajar sendiri, diajar sendiri, pinter sendiri lewat internet,” cuit @TumenggungAK.

Diketahui, Khairul ternyata dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Bone saat setelah Pilpres 2024 pada (9/2024) lalu.

Namun, jabatan yang diberikan kepada Khairul tidak dipergunakannya dengan baik untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Sebab, Khairul dipilih berdasarkan hasil pemungutan suara kawasan Bone yang mendukung penuh dirinya menjadi perwakilan rakyat.

Baca Juga: Polisi Tangkap 3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Cakung, Korban Nyaris Buta

Lebih lanjut, para tenaga honorer yang rapat bersama jajaran DPRD Bone ini ternyata sempat gelar unjuk rasa.

Selama melakukan aksi tersebut, lebih kurang 30 menit para pejuang kehidupan ini baru diberi masuk oleh pihak DPRD Bone ke dalam ruangan.

Diketahui, mereka menuntut kebijakan DPRD Bone yang dinilai tidak mensejahterakan para tenaga honorer.

Berdasarkan informasi yang beredar, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. (BKPSDM) Bone hanya sedikit membuka lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Bentrok Warga Vs Polisi di PSN PIK 2, Said Didu Ungkap Fakta Dibangunnya Proyek: Itu Penggusuran Paksa

Tentu, hal ini sangat berdampak kepada para tenaga honorer yang ingin memiliki pekerjaan lebih layak.

“Mereka mengadukan nasib imbas BKPSDM Bone hanya membuka dua formasi untuk pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bone,” terangnya. ***