POJOKSATU.ID – Inilah sosok Habibi, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Bangun Purba, Rokan Hulu, Riau.
Seperti diketahui, nama Habibi belakangan ini tengah ramai jadi perbincangan publik di media sosial terkait dugaan pungutan lair (pungli).
Tidak lain, hal ini terjadi usai Plh Kepsek SMKN 1 Bangun Purba ini dituding arogan lantaran sebabkan seorang siswa RL gadai sebuah Handphone (HP).
Baca Juga: Empat Kali Masuk Penjara, Residivis Curat Kembali Ditangkap, Dapat Hadiah Timah Panas di Kaki Kiri
Yang mana, digadaikannya HP tersebut tidak lain guna membayar iuran praktik sebesar Rp240 ribu demi bisa mengikuti ujian.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @Ongah_Zul pada Kamis (5/6/2025).
Dalam unggahannya, Habibi disebut-sebut telah dinonaktifkan dari jabatannya selaku Plh Kepsek SMKN 1 Bangun Purba.
“Alhamdulillah buk, udah dikunjungi Bapak Kapolres Rokan Hulu. Dan Plh Kepala Sekolah kabarnya sudah dinonaktifkan,” jelas di-caption.
Diketahui, sebelum beredar kabar Habibi dicopot, dirinya terlebih dahulu melakukan klarifikasi terkait kasus yang terjadi.
Dalam klarifikasi tersebut, dirinya dengan tegas membantah tudingan perihal tidak mengikutsertakan RL dalam ujian akhir sekolah.
Baca Juga: Dicairkan Juni 2025, Begini Cara Daftar BSU, Cek Syarat dan Langkah-Langkahnya Di SINI!
“Bahwasannya, kami SMKN 1 Bangun Purba tidak pernah menyuruh anak kami yang mungkin belum menyelesaikan administrasinya untuk pulang,” jelasnya.
“Tidak pernah kami sampaikan tidak ikut ujian," lanjut Habibi bersama dengan tenaga pendidik SMKN 1 Bangun Purba lainnya.
Perlu diketahui, bantahan tersebut disampaikan Habibi usai beredar pengakuan RL atas apa yang telah menimpanya.
Baca Juga: KDM: Mulai Tahun Ajaran Baru, Siswa Jabar Tak Perlu Lagi Bawa PR ke Rumah
Yang mana, RL menuturkan bahwa dirinya tidak dapat mengikuti ujian akhir sekolah lantaran belum membayarkan iuran praktik.
“Memang saya tidak disuruh pulang, tapi tidak dikasih kartu ujian, karena belum membayar uang praktik tersebut," terangnya.
Tidak heran, sosok Habibi ramai disorot netizen usai dituding sebagai dalang dari kegaduhan tersebut.
Baca Juga: Patroli Jam Malam Pelajar, Pemkot Bandung dan Polisi Fokus Edukasi dan Pencegahan
Perlu diketahui, Habibi yang diangkat menjadi Plh ini lantaran menggantikan sosok Kepsek SMKN 1 Bangun Purba, Selamat Riady Nasution.
Berdasarkan informasi dihimpun, Selamat digantikan oleh Habibi dikarenakan sedang menjalani ibadah haji.
Oleh karena itu, posisi Kepsek SMKN 1 Bangun Purba untuk sementara diambil alih oleh Habibi yang disahkan sebagai guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2023 kemarin. ***



