POJOKSATU.id - Nama Said Abdullah kembali menjadi sorotan setelah mengusulkan pembelian LPG 3 kilogram menggunakan sistem biometrik seperti sidik jari hingga retina mata.

Gagasan ini muncul sebagai upaya memastikan subsidi energi benar-benar tepat sasaran.

Said Abdullah lahir di Sumenep, Jawa Timur, pada 7 Juli 1961. Ia merupakan politisi senior dari PDI Perjuangan yang telah lama berkecimpung dalam dunia legislatif nasional.

Baca Juga: Dinilai Merugikan, Forum PPPK Gugat UU ASN 2023 ke MK! Tuntut Hak Setara dengan PNS

Perjalanan politiknya di DPR RI terbilang panjang dan konsisten. Said pertama kali terpilih sebagai anggota DPR pada periode 2004–2009.

Ia kemudian kembali terpilih secara berturut-turut pada periode 2009–2014, 2014–2019, 2019–2024, hingga periode 2024–2029.

Lebih dari dua dekade berada di Senayan membuatnya menjadi salah satu figur berpengalaman dalam urusan kebijakan negara.

Baca Juga: Dinilai Merugikan, Forum PPPK Gugat UU ASN 2023 ke MK! Tuntut Hak Setara dengan PNS

Kariernya semakin strategis saat dipercaya menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Posisi ini menempatkannya sebagai salah satu pengendali utama arah kebijakan fiskal, termasuk dalam pembahasan APBN dan kebijakan subsidi energi.

Dalam berbagai sikap politiknya, Said dikenal konsisten berpihak pada masyarakat kecil.

Baca Juga: Amran Blak-blakan Bela MBG, Pengkritik Dinilai Tak Pernah Rasakan Jadi Miskin!

Ia secara tegas menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai berpotensi menekan daya beli rakyat.

Namun di sisi lain, ia juga mendorong pembenahan distribusi subsidi agar lebih tepat sasaran.

Usulan penggunaan sidik jari dan retina mata dalam pembelian LPG 3 kg menjadi bagian dari langkah tersebut.

Ia menilai sistem ini dapat meminimalisir penyalahgunaan subsidi sekaligus memastikan bantuan hanya diterima oleh kelompok yang berhak.

Meski menuai pro dan kontra, gagasan ini memperlihatkan pendekatan Said yang tidak sekadar mempertahankan subsidi.

Baca Juga: Dinilai Merugikan, Forum PPPK Gugat UU ASN 2023 ke MK! Tuntut Hak Setara dengan PNS

Tetapi juga mendorong reformasi berbasis teknologi dalam distribusinya.

Dengan rekam jejak panjang dan posisi strategis di DPR, Said Abdullah terus menjadi salah satu tokoh kunci dalam menentukan arah kebijakan ekonomi nasional.***