POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pengamat Politik, Ujang Komarudin menilai langkah Budiman Sudjatmiko sudah tepat mendeklarasikan dukungan ke Prabowo di Pilpres 2024. Budiman tak dianggap di PDIP.
Selain Budiman sudah tidak mempunyai posisi di PDIP, aktivitas Budiman juga sudah tidak terlalu dianggap oleh PDIP. Padahal dulu anak emas Taufik Kiemas, suami Megawati, semasa Taufik masih hidup.
"Jadi rasional jika Budiman mempunyai pilihan sendiri soal capres. Budiman dicuekin, dibiarkan, tidak punya posisi, tidak punya jabatan sehingga dia loncat pagar," kata Ujang saat dihubungi Pojoksatu.id, Senin, 21 Agustus 2023.
Baca Juga: Profil Budiman Sudjatmiko yang Nyebrang dari Ganjar ke Prabowo, Pernah Divonis Penjara 13 Tahun
Ujang juga menyarankan, dengan sikap Budiman Sudjatmiko loncat pagar, alangkah baiknya PDIP melakukan evaluasi dengan sikap kadernya itu.
"Ini jadi evaluasi PDIP. Harus evaluasi diri," terangnya.
Apalagi, kata Ujang, Budiman itu pernah menjadi anak emas PDIP, kala Taufik Kiemas, suaminya Megawati masih hidup.
Saat itu, Budiman Sudjatmiko benar-benar menjadi anak emak PDIP. Namun, setelah Taufik Kiemas wafat, Budiman pun sudah tidak lagi terlalu diangggap.
Baca Juga: Resmi Menikah dengan Pratama Arhan, Instagram Azizah Salsha Panen Hujatan
"Kita tahu Budiman anak emas Taufik Kiemas. Tapi ketika Taufik meninggal, dia sudah tidak mempunyai tempat di PDIP. Ya pilihannya suka tidak suka, harus berpikir ulang," ujarnya.
Karena itu, Ujang beranggapan sebaiknya partai tempat bernaung Budiman Sudjatmiko segera bersikap tegas terhadap yang bersangkutan.
"Saya sih melihatnya kalau sudah ada pilihan dari PDIP untuk mundur dan dipecat. Ya emang harus seperti itu. Jika ada kader partai yang loncat pagar ya harus dipecat," tegasnya.
Sebelumnya Budiman Sudjatmiko mendeklarasi dukungannya kepada Prabowo Subianto. Dukungan tersebut disambut baik.
Bahkan Gerindra menyatakan terbuka menerima siapa pun untuk menjadi kader, termasuk Budiman.
"Gerindra partai terbuka, bisa menerima siapa pun," kata Muzani, Sabtu, 19 Agustus 2023.
Ia menyebut bahwa Partai Gerindra terbuka menerima siapa pun menjadi kadernya, asalkan yang bersangkutan dapat menerima seluruh keputusan partai.
"Yang penting satu, menerima dengan seluruh yang sudah kita putuskan," tegasnya.***



