POJOKSATU.id - Identitas sejumlah siswi pengeroyok siswi SMP di Pondok Melati Bekasi akhirnya terungkap.

Hal itu diungkap orangtua korban, Erick Nur Arifin, kepada Pojoksatu.id, pada Rabu 12 Juni 2023.

Erick menyebut bahwa pengeroyokan yang dialami putrinya itu terjadi di di Lapangan Poris, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, pada Jumat 7 Juni 2024.

Dalam peristiwa itu, putrinya melangami perundungan oleh beberapa pelaku yang juga merupakan siswi SMP.

Baca Juga: Viral Siswi SMP di Pondok Melati Bekasi Dikeroyok Siswi Lain Disiarkan Live di Instagram, Dituding Sebar Gosip

Erick mengungkap, perundungan tersebut dipicu kekesalan para pelaku kepada putrinya yang dituding telah menyebarkan gosip terkait para pelaku.

"Anak saya dituduh melakukan gosip seolah-olah si IC ini sudah diapa-apain sama cowoknya itu," ungkap Erick.

Dia juga mengungkap, sebelum kejadian, para pelaku juga sudah beberapa kali mengajak putrinya untuk duel.

Akan tetapi ajakan duel itu selalu ditolak oleh putrinya karena kenal dan berteman dengan para pelaku.

Baca Juga: Korban Bully di Bekasi Meninggal Usai Ditemukan Cairan di Paru-paru, Sempat Pindah-pindah Rumah Sakit

"Salah satu dari mereka berinisial M langsung melakukan pemukulan dari samping dan kemudian anak saya membalasnya," jelas dia.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat mulanya korban duduk dan tengah 'diinterogasi' oleh siswi yang mengenakan kemeja hitam.

Namun tiba-tiba korban ditarik oleh siswi berkerudung putih ke tengah lapangan.

Saat itu, korban dan siswi berkemeja hitam tengah berhadap-hadapan.

Akan tetapi siswi berkerudung putih tiba-tiba melayangkan pukulan ke kepala korban.

"Lama an**ng," ucap siswi berkerudung putih sambil beberapa kali memukul kepala korban.

Korban yang seorang diri sempat membalas dengan melontarkan pukulan yang mengenai siswi kerudung putih.

"Lu, punya masalah apa sama gue?" hardik korban.

Baca Juga: Korban Bully di Bekasi Meninggal Dunia, Kuasa Hukum Sebut Kondisi Kesehatan Korban Sempat Menurun

Erick menerangkan, selama terjadinya pemukulan kepada putrinya, para pelalu juga merekam dan melakukan siaran langsung melalui salah satu akun Instagram pelaku.

Dirinya mengatakan, keributan yang terjadi di lapangan tersebut sempat terhenti karena ada warga yang keluar.

Tapi selang beberapa menit kemudian, para pelaku kembali melakukan pemukulan dan pengeroyokan.

"Anak saya sebetulnya minta pulang, tapi mereka tidak mengizinkan untuk balik," tutur dia.

Baca Juga: Anak Perempuan di Tenggarong Nekat Panjat Tower RPK, Akibat Kena Bully di Sekolah

Erick membeberkan, para pelaku yang melakukan pemukulan yakni berinisial I, U, M, dan juga N.

Para pelaku yang melakukan pemukulan juga sama-sama berstatus pelajar SMP.

Akibat pemukulan dan pengeroyokan tersebut, putrinay mengalami bengkak pada rahang dan baret pada pelipis.

"Tangan juga alami luka-luka," beber dia.

Erick menegaskan, sebagai orangtua, dirinya tidak terima putrinya mengalami peristiwa sebagaimana dalam video.

Karena itu, orangtua langsung melaporkan perundungan tersebut ke Unit PPA Polres Metri Bekasi Kota.

Laporan polisi tersebut teregister dengan nomor LP/B/1017/VI/2024/SPKT/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya tertanggal 10 Juni 2024 pukul 14.50 WIB.***