POJOKSATU.id - Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat kembali menjadi perhatian publik setelah siswi berprestasi Josepha Alexandra disebut mengalami tekanan mental dan dugaan intimidasi usai memprotes keputusan juri yang dianggap tidak konsisten.

Josepha diketahui merupakan siswi dari SMAN 1 Pontianak yang sebelumnya menyuarakan keberatan terhadap pengurangan nilai dalam babak final kompetisi tersebut.

Teror Pesan dan Ancaman Hapus Video
Kasus ini bermula ketika Josepha menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang meminta agar video protes yang viral di media sosial segera dihapus.

Baca Juga: Resep Sop Iga Rumahan Kuah Gurih, Hangat dan Cocok Jadi Menu Keluarga

"Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi," demikian isi pesan yang diungkap pihak keluarga.

Keluarga menyebut tekanan tersebut berdampak besar terhadap kondisi psikologis Josepha.

Sang kakak mengungkapkan adiknya mengalami perubahan perilaku dan stres berat setelah polemik tersebut ramai diperbincangkan.

Baca Juga: Uang Rp50 Ribu RI Masuk Jajaran Teraman di Dunia, BI Sebut Punya 17 Unsur Pengaman Canggih

"Adikku latihan berbulan-bulan. Hafal konstitusi sampai tidur pun komat-kamit. Tapi sekarang dia stres, hari-hari tidur terus dan jadi pendiam," tulis sang kakak melalui unggahan di Threads, Rabu (13/5/2026).

Respons Panitia Dinilai Mengecewakan
Dalam polemik tersebut, Josepha mempersoalkan keputusan juri terkait pengurangan nilai yang dianggap tidak konsisten.

Namun, respons dari panitia dan pembawa acara dinilai tidak memuaskan.

Baca Juga: Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Puan Maharani Minta Penjelasan dan Soroti Prosedur Penindakan

MC acara, Shindy Luthfiana, disebut sempat menanggapi keberatan peserta dengan mengatakan bahwa hal tersebut mungkin hanya perasaan peserta semata.

"Tapi kata MC: 'Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja.' Perasaan? Dia bukan lebay, dia bukan cari drama. Dia cuma minta satu hal yang paling mendasar: diperlakukan adil," tulis sang kakak.

Meski mendapat banyak dukungan dari warganet, Josepha justru disebut merasa bersalah karena dianggap menjadi penyebab kegaduhan nasional.

Baca Juga: Final Liga Champions: Arsenal Incar Sejarah, PSG Kejar Back to Back Juara

"Dia nanya ke aku: 'Kak, apa aku harus minta maaf? Katanya aku yang bikin gaduh…' Dan aku nggak tahu harus jawab apa," ungkapnya.

Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga berita ini ditulis, pihak penyelenggara LCC 4 Pilar MPR RI belum ditemukan keterangan resmi terkait dugaan intimidasi terhadap peserta maupun evaluasi menyeluruh atas polemik penilaian yang terjadi. ***