POJOKSATU.id, MEDAN-- Siswi SD Alic** atau SAS (12) yang membunuh ibu kandungnya Faizah Soraya (42) di Jalan Dwikora, Medan Sunggal, Kota Medan, ternyata sering dapat perlakuan kasar.

Tindakan nekat siswi SD yang belum dewasa ini ternyata juga merupakan hasil pengaruh dari konflik antara ibunya Faizah Soraya dan ayahnya Alham Humala Siagian.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini mengungkap kini Aiic** merasa menyesal dan sedih telah menikam ibunya sampai tewas.

"Dia mengetahui (salah) dan anaknya juga menyesal, dan ada perasan sedih juga," kata Diyah saat diwawancara TvOne seperti dilihat Selasa (23/12).

Baca Juga: Sopir Pengantar Maut Bus PO Cahaya Trans Dilakukan Tes urine, Meski Sopir Cadangan Nasibnya Tetap Berakhir Tersangka

Menurutnya, secara umum anak ini korban pengasuhan yang salah oleh kedua orangtuanya.

Bahkan Alic** juga mengaku mendapat perlakuan kasar di rumah dari ibunya.

"Ketika saya tanya apakah anak ini dapat perlakuan kasar, dan itu katanya iya," kata Diyah.

Dalam kesehariannya, Faizah membatasi kegiatan Aiic**.

Baca Juga: Skema PPPK Paruh Waktu Resmi Ditutup Mulai 2026, Ini Nasib Honorer dan PPPK Paruh Waktu, Simak Lengkapnya

"Termasuk juga anak dibatasi secara interaksi sosial. Ketakutan yang diapatkan di rumah karena perlakuan ibu pada kakaknya, yang pada akhirnya memicu pada kakaknya dan dirinya memicu hal tersebut," katanya.

Menurutnya Alic** hidup di tengah konflik antara Faizah dengan suaminya, Alham Humala Siagian.

"Karena konflik, ada konflik antara orang dewasa, ayah dan ibu yang kemudian berakibat pada kenyamanan anak di rumah," katanya.***